Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Joko Widodo (Foto: Liputan6.com)
Dream - Presiden Joko Widodo menyoroti kasus anggota Satpol PP yang memukul pemilik warung di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, saat tengah melakukan razia PPKM Mikro. Perhatian ini diutarakannya saat menyampaikan hasil evaluasi PPKM Darurat melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu 17 Juli 2021.
Jokowi menyesalkan insiden pemukulan terhadap warga sebab tindakan tersebut hanya akan memanaskan suasana di tengah pandemi upaya penanganan saat ini.
" Peristiwa-peristiwa di Sulsel misalnya Satpol PP memukul pemilik warung, apalagi ibu-ibu, ini untuk rakyat menjadi memanaskan suasana," ujarnya.
Menanggapi kasus tersebut, orang nomor satu di Indonesia itu meminta semua aparat yang bertugas dalam penyekatan dan pengendalian mobilitas masyarakat di masa PPKM Darurat tidak bersikap keras dan kasar.
Aparat harus bersikap tegas dan santun dalam mengatur masyarakat maupun pedagang.
" Saya minta kepada Polri dan juga nanti Mendagri kepada (pemerintah) daerah, agar jangan keras dan kasar, (tetapi harus) tegas dan santun. Tapi sosialisasi memberikan ajakan-ajakan, sambil membagi beras, itu mungkin bisa sampai pesannya," ujar Jokowi.
Lebih jauh, mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga meminta jajarannya mengevaluasi pembatasan mobilitas masyarakat melalui penyekatan-penyekatan di jalan.
Berdasarkan pengamatannya, sejumlah ruas jalan yang masuk dalam wilayah penyekatan masih terlihat ramai. Baik di pagi hari maupun malam.
" Kita telah melakukan penyekatan-penyekatan, tapi kalau saya lihat malam, juga pagi tadi saya ke Pulo Gadung tadi, saya lihat masih cukup ramai. Tadi malam saya ke kampung juga ramai banget. Artinya, penyekatan ini mungkin perlu kita evaluasi, apakah efektif juga menurunkan kasus, karena yang terkena sekarang ini banyak di keluarga-keluarga. Atau ada strategi lain yang mungkin bisa kita intervensikan ke sana," jelasnya.
Presiden juga meminta agar ada kajian lebih detail mengenai efektivitas penyekatan. Menurut Presiden, penerapan protokol kesehatan secara disiplin, terutama penggunaan masker, menjadi kunci untuk mengendalikan penyebaran kasus Covid-19.
Dream - Kasus dugaan pemukulan yang dilakukan oleh anggota Satpol PP Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, membuat banyak orang merasa prihatin. Video peristiwa itu tersebar ke media sosial.
Peristiwa itu terjadi saat tim gabungan melakukan patroli untuk menertibkan pedagang yang masih buka pada malam hari, Rabu 14 Juli 2021. Selama PPKM, memang aktivitas masyarakat dibatasi untuk menekan penularan Covid-19.
Saat itu, petugas gabungan mendapati salah satu warung kopi yang masih buka pada malam hari. Warung itu juga menyalakan musik dengan cukup keras. Saat razia itu, warkop tersebut membuka satu bagian pintu saja. Tidak ada satu pun pengunjung.
Namun, saat petugas datang sudah terlihat ketegangan. Petugas meminta pemilik warkop menutup total kafe mereka. " Katanya melarang keramaian, tapi tadi masuk rumah, ramainya luar biasa," kata pria pemilik kafe.
Salah satu anggota Satpol PP yang diketahui bernama Mardani Hamdan meminta surat izin usaha kepada pemilik kafe itu, sembari mengatakan bahwa dirinya adalah anggota Satpol PP yang memilik wewenang.
" Saya Satpol, mana izinmu? Saya punya kewenangan. Tadi kau bilang saya tidak punya kewenangan, saya Satpol. Mana izinnya? Saya tutup ini kalau tidak ada izinmu," kata Mardani kepada istri pemilik kafe.
" Santai pak, perempuan sedang hami itu, santai pak," kata sang suami kepada Mardani.
Keadaan yang terus memanas membuat emosi Mardani memuncak hingga akhirnya menghadiahi bogem mentah kepada pria pemilik kafe. Sang istri yang juga naik pitam melihat kejadian itu kemudian berusaha membela suaminya, Mardani kemudian juga ikut memukul istri pemilik kafe.
" Kurang ajar dia memukul, saya baik-baik ya tapi anda memukul. Tunggu ya saya lapor," kata pemilik kafe kepada Mardani.
Para petugas lain kemudian berusaha melerai Mardani dan sepasang suami istri pemilik kafe yang terlihat bertengkar. Tak lama berselang para petugas gabungan pun meninggalkan lokasi kejadian.
Mardani cukup aktif di media sosial. Di Facebook, dia kerap membagikan fotonya. Dari foto-foto itu, tak sedikit orang yang menyebutnya sebagai pria soleh.
Unggahan-unggahan foto Mardani pun keram menuai pujian. Banyak yang kagum dengan penampilannya.
Namun semenjak dugaan aksi penganiyaan yang viral tersebut, unggahan Madani langsung banjir hujatan serta makian dari warganet.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya