WHO Ungkap Waktu Pandemi Covid-19 Berakhir

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 27 Oktober 2021 19:01
WHO Ungkap Waktu Pandemi Covid-19 Berakhir
Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebut kunci pandemi berakhir adalah...

Dream - Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengaku mendapat banyak pertanyaan mengenai pandemi. Satu pertanyaan yang paling sering dia dapatkan adalah kapan pandemi berakhir.

Dia lalu memberikan jawaban mengejutkan. Menurut Ghebreyesus, kunci pandemi ada di masyarakat dunia.

" Jawaban saya adalah pandemi akan berakhir ketika dunia memilih mengakhirinya. Ini ada di tangan kita," ujar Ghebreyesus, di laman resmi WHO.

Dia menegaskan alat yang dibutuhkan untuk mengakhiri pandemi sudah dimiliki semua negara, ulai dari instrumen kesehatan masyarakat maupun medis. Tapi dunia tidak menggunakan peralatan tersebut dengan baik.

" Dengan hampir 50 ribu kematian dalam sepekan, pandemi jauh dari akhir, dan itu baru laporan kematian," kata dia.

 

1 dari 4 halaman

Dorong Komitmen Semua Pihak

Dia menyatakan WHO sendiri menetapkan target vaksinasi 40 persen dari populasi setiap negara akhir tahun ini. Target itu dapat dicapai hanya jika negara dan perusahaan yang mengontrol pasokan vaksin dapat menyesuaikan pernyataannya dengan tindakan di lapangan.

Dia pun mendesak negara-negara yang sudah mampu mencapai target vaksinasi untuk berbagi dengan negara lain. Upaya ini harus dilakuakn secara bersama melalui skema Covax atau African Vaccines Acquisition Trust (AVAT).

" Negara-negara G20 harus memenuhi komitmen mereka berbagi vaksin," kata dia.

Ghebreyesus juga mendorong perusahaan memprioritaskan dan memenuhi kontrak mereka dengan Covax dan AVAT sebagai hal mendesak. Mereka juga diharuskan transparan tentang apa yang terjadi.

" Mereka harus berbagi pengetahuan, teknologi dan lisensi, dan juga termasuk pengabaian hak kekayaan intelektual. Jika kita melakukan ini, kita dapat mengakhiri pandemi dan mempercepat pemulihan global," ungkap dia.

2 dari 4 halaman

WHO Peringatkan Pandemi Bisa Berlanjut Hingga 2022

Dream - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan pandemi Covid-19 diprediksi akan berlangsung setahun lebih lama dari yang diperkirakan. Kondisi ini terjadi karena masih banyak negara miskin yang kesulitan mendapat vaksin yang dibutuhkan.

" Akibatnya, krisis Covid-19 akan terjadi berlarut-larut hingga 2022," kata pemimpin senior WHO, Dr Bruce Aylward, dikutip dari BBC, Kamis 21 Oktober 2021.

Lebih lanjut ia menyebutkan, hanya sekitar 5 persen penduduk di Afrika yang telah divaksin. Hal ini berbanding jauh dengan 40 persen sebagian besar benua lainnya.

3 dari 4 halaman

Komitmen Negara-negara Kaya

Aylward mengimbau negara-negara kaya untuk segera menyerahkan tempat mereka dalam antrean vaksin agar perusahaan farmasi dapat memprioritaskan produksi vaksin ke negara yang berpenghasilan rendah.

Ia juga mengatakan, negara-negara kaya perlu 'menginvestasikan' komitmen sumbangan mereka pada pertemuan tingkat tinggi G7 di St Ives.

" Saya dapat memberitahu Anda, kita tidak berada di jalur (tepat). Kita benar-benar perlu mempercepat (vaksinasi). Pandemi ini akan berlangsung selama setahun lebih lama dari seharusnya," ungkapnya.

4 dari 4 halaman

The People's Vaccine, sebuah aliansi amal. belakangan merilis angka baru yang menunjukkan hanya satu dari tujuh dosis yang dijanjikan perusahaan farmasi dan negara kaya untuk negara miskin.

Sebagian besar vaksin Covid-19 telah diberikan ke negara berpenghasilan tinggi atau menengah keatas. Sedangkan Afrika, menyumbang 2,6 persen dari dosis yang diberikan secara global.

Padahal ide awal dibalik COVAX Facility, agar semua negara memperoleh vaksi. Baik negara kaya ataupun miskin.

Sumber: BBC.com

Beri Komentar