Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Alexanda Kotey (Foto: Rowan Griffiths/Daily Mirror)
Dream – Alexanda Kotey dan El-Shafee el-Sheikh dinyatakan bertanggung jawab atas dugaan melakukan tindakan eksekusi mengerikan terhadap 27 sandera ISIS. Setelah pemerintah Inggris telah mencabut kewarganegaraan mereka, kini keduanya harus bersiap untuk menghadapi tuntutan di AS.
Dua anggota ISIS itu rencananya akan dimasukkan ke penjara dengan kemanan tingkat tinggi. Keduanya ditahan oleh pasukan khusus AS di Irak setelah ditangkap oleh Pasukan Demokrat Suriah, dua tahun lalu.
Inggris meyakinkan bahwa kedua pelaku tidak akan mendapat hukuman mati. Namun, mereka akan dikenakan hukuman penjara yang jauh lebih mengerikan.
Jika terbukti bersalah, keduanya akan menghabiskan sisa hidup mereka di penjara Florence Supermax, Colorado.

Narapidana biasanya dikurung sekitar 23 jam sehari di sel isolasi. Masing-masing dengan jendela sempit setinggi 107 cm dan posisi miring keatas sehingga hanya melihat sedikit langit.
Wartawan investigasi, Aviva Stahl mengatakan para tahanan mengalami kondisi isolasi dan kelumpuhan sensorik yang ekstrim.
Dalam banyak hal, dikurung selama sisa hidup dan dalam tempat yang monoton merupakan nasib buruk yang bahkan lebih buruk dari hukuman mati.
Narapidana mendapatkan satu panggilan ke kerabatnya setiap bulan yang berlangsung hanya 15 menit. Setidaknya 70 persen dari mereka menderita masalah kesehatan mental dan lebih dari 100 narapidana yang paling kejam ditempatkan pada unit yang paling gelap atau disebut ‘unit z’
Florence Supermax merupakan penjara yang telah menampung banyak penjahat terkenal. Salah satunya seorang mantan pemimpin teroris, Kartel Sinaloa El-Chapo. Dan Richard Reid, juga ditahan di Florence Supermax. Setelah ia mencoba meledakkan pesawat pada tahun 2001. Ia diberi hukuman penjara seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat.

Seorang mantan perwira intelijen militer Inggris mengatakan bahwa, " Keadilan di AS untuk Kotey dan el-Sheikh bukan tentang rehabilitasi, tetapi hukuman serius dan balas dendam.”
" Kehidupan mereka akan menjadi kehidupan yang membosankan. Para supermax menghapus segala kenyamanan dan gangguan. Itu akan menjadi mimpi mereka yang paling buruk,” lanjutnya kembali.
" Mereka akan menatap dinding putih dan sedikit akses ke dunia luar. Dan sama sekali tidak ada pilihan lain selain pergerakan mereka yang terbatas,” ungkap mantan perwira intelijen militer Inggris.
(Sumber: dailystar.co.uk)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya