Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Muhani Maydini, Sosok Guru Di Daerah Terpencil (Foto: Instagram @keluargabahagia850)
Dream - Menginjakkan kaki di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi menjadi impian setiap muslim. Ibadah yang hanya bisa dilaksanakan orang Indonesia saat menunaikan umroh maupun ibadah haji.
Harapan itu tak senantiasa terwujud pada setiap orang. Semua sesuai kadar kemampuan ekonomi. Namun harapan pergi ke Tanah Suci selalu muncul sampai akhir hayat.
Muhani Maydini adalah salah satu perempuan yang diharapkan bisa mewujudkan impian tersebut. Dia seorang pengajar di Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Al Muttaqin di Dusun Namo Tualang, Biru-Biru, Kabupaten Deli Serdang.
Kisah pengorbanan dan pengabdian Muhani ini menggerakkan hati pemilik akun @keluargabahagia850. Namanya diusulkan untuk menjadi tamu Allah lewat program #AwaliDenganKebaikan yang diselenggarakan Dream.co.id bersama Allianz Syariah.
(Ingin mencalonkan para penebar kebaikan pergi umroh gratis, silahkan baca informasinya di sini)
Selama ini Muhani mengajar di daerah terpencil. Pilihan yang menuntut pengabdian dan pengorbanan Muhani lebih besar. Lokasi madrasah itu sulit dijangkau jika tak ada kendaraan, minimal motor. Angkutan umum jarang melintas meski fasilitas jalan sudah lumayan bagus.
Rintangan tak hanya soal lokasi. Mengajar anak-anak di daerah ini menjadi tantangan sendiri. Datang mengaji dengan kesadaran sendiri saja sudah bersyukur. Kenyataannya, Muhani dan suami masih sering menjemput siswa-siswanya.
Sang suami selama ini bekerja menarik becak. Kendaraan tradisional yang menjelma menjadi angkutan antar jemput anak-anak MDTA itu. Kebanyakan murid tinggal di rumah yang jaraknya lumayan jauh ke madrasah itu.
Madrasah itu memiliki 46 siswa. Mereka mencari ilmi di tengah keterbatasan sarana mengajar, bahan atau buku ajar, serta fasilitas pembelajaran lainnya.
Jangan pula berharap gaji bulanan dibayar rutin saban bulan. Muhani lebih sering tidak mendapatkannya. Orang tua murid terkadang mengganti kewajiban pembayaran SPP bulanan dengan menyerahkan hasil kebun, seperti pisang, ubi, dan kelapa. Kondisi ekonomi wali murid memang sebagian bekerja sebagai buruh kebun dan penggarap ladang. Penghasilan mereka hanya cukup untuk makan sehari-hari.
Muhani mungkin baru satu sosok menginspirasi yang telah menebar kebaikan selama hidupnya. Di luar sana, masih banyak perempuan dan laki-laki yang memiliki kisah luar biasa. Mungkin mereka adalah sahabat, tetangga, atau bahkan keluargamu sendiri.
Sahabat Dream bisa menjadi perantara untuk pahlawan kebaikan lainnya menginjakkan kaki di Tanah Suci. Dengan hanya membagikan kisah kebaikan mereka, kesempatan beribadah di Baitullah menjadi terbuka.
Sahabat Dream juga bisa punya sosok penebar kebaikan yang dianggap layak mendapat hadiah umroh gratis dari Allianz Syariah dan Dream.co.id? Silahkan lihat syarat dan ketentuan di link ini.
Semoga dengan guratan tulisan Sahabat Dream bisa mengantarkan penebar kebaikan ke Tanah Suci Mekah.
View this post on Instagram
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya