5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Sersan Utama Jonel Nuezca (Foto: World Of Buzz/CNN Filipina)
Dream - Seorang polisi dari Filipina terekam kamera secara brutal menembak mati ibu dan anak yang tidak bersenjata dalam sebuah insiden pada Minggu, 20 Desember 2020 lalu.
Kejadian itu telah memicu kemarahan publik dan kembali memunculkan pertanyaan mengenai maraknya penyalahgunaan wewenang oleh polisi di pemerintahan Presiden Rodrigo Duterte.

Dalam video tersebut, tersangka, Sersan Utama Jonel Nuezca, terlihat berpakaian preman, berdebat dengan seorang ibu dan anak di Tarlac, sebuah provinsi sekira dua jam di utara Manila.
Video tersebut direkam oleh seorang saksi mata, Alyssa Calosing, yang menampilkan Nuezca mengeluarkan pistol dan menembak sang ibu, Sonya Gregorio, 52 tahun, dan putranya Frank Anthony Gregorio, 25 tahun, saat mereka berpegangan erat.
Dalam sebuah wawancara radio, kepala polisi Paniqui mengatakan kedua pihak terlibat dalam perselisihan hak jalan sebuah properti. Tetapi insiden penembakan itu bermula dari penembakan meriam PVC, yang juga dikenal sebagai boga, oleh keluarga Gregorio.
“ Tersangka pergi ke sana untuk mengonfrontasi mereka, lalu masalah hak jalan muncul dan insiden penembakan terjadi. Kemarahan tersangka rupanya dipicu oleh konfrontasi antara putrinya dan Gregorio yang lebih tua,” ujarnya sebagaimana dilansir World of Buzz, Rabu 23 Desember 2020.
Menurut The Washington Post, putri Nuezca, yang masih di bawah umur, juga hadir dan terlihat dalam video berjalan-jalan sebelum memberi tahu Sonya untuk melepaskan putranya.
" Ayahku adalah seorang polisi!," gadis itu berteriak.
" Aku tidak peduli!," Gregorio balas berteriak.
" Apakah kamu ingin aku menghabisimu sekarang?," kata Nuezca.
Dia kemudian menembak mereka berdua, sementara banyak saksi yang menyaksikan berteriak ketakutan.
Alyssa Calosing, salah satu saksi menjelaskan Nuezca telah memukul Gregorio sebelumnya dan orang-orang di sana menangis dan memintanya untuk berhenti.
Lebih lanjut, Alyssa dalam kesaksiannya mengatakan, setelah menembak ibu dan putranya, Nuezca pergi bersama putrinya.
“ Mereka pergi seolah tidak ada apa-apa… Saya merasa saya mati rasa seperti jiwa saya meninggalkan tubuh saya. Kemudian ketika saya merasakan sesuatu bergerak, saya mulai melompat marah dan menangis,” katanya.
Dilansir dari CNN Filipina, sekira satu jam setelah kejadian, Nuezca menyerahkan diri di Polsek Rosales Pangasinan.
Tersangka juga menyerahkan pistol semi-otomatis 9mm yang dikeluarkan kepolisian Filipina (PNP) yang digunakan dalam kejahatan tersebut.
Kepala PNP Wilayah 3 Brigjen Val de Leon mengatakan, dua dakwaan pembunuhan akan diajukan terhadap polisi tersebut karena Departemen Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah menjamin penyelidikan yang menyeluruh, tidak memihak, dan cepat.
" Tidak ada jaminan yang direkomendasikan," kata de Leon.
Sumber: World of Buzz
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
