Penghargaan untuk Para 'Pengabdi Alquran'

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 15 Oktober 2019 14:00
Penghargaan untuk Para 'Pengabdi Alquran'
Total, tujuh lembaga dan individu yang berkontribusi dalam pengembangan Alquran

Dream - Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran (LPMQ) Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama menganugerahkan Alqur’an Award kepada tujuh tokoh dan lembaga yang dinilai berjasa dalam mengabdi dan mengembangkan Mushaf Alquran.

Kepala LPMQ, Muchlis M Hanafi, mengatakan, para pemenang Alqur`an Award merupakan pihak-pihak yang selama ini turut serta membantu LPMQ menjalankan tugas dan fungsinya mengembangkan dan membantu masyarakat dalam pemahaman dan aktualisasi kitab suci Alquran.

“ Alqur’an Award adalah wujud apresiasi kita kepada semua pihak yang telah berjasa mengembangkan dan mengabdi kepada Alqur’an,” tutur Muchlis, dalam keterangan tertulisnya Selasa, 15 Oktober 2019.

Ada empat produk hasil kajian LPMQ 2019. Keempat produk itu yaitu terjemahan Alquran edisi penyempurnaan, Mushaf Alquran standar Indonesia Rasm Usmani (MSI), jabatan fungsional pentashih mushaf Alquran dan pangkalan data Mushaf Alquran Nusantara.

Muchlis berharap “ Alqur’an Award” akan terus dikembangkan sebagai upaya khidmatul-Qur’an terutama sebagai bentuk apresiasi bagi individu atau lembaga yang secara langsung telah berdedikasi dalam pegembangan Mushaf Alquran dan aktualisasi nilai-nilai Alquran di seluruh Indonesia.

“ Penghargaan ini juga akan kita berikan kepada para pemimpin daerah atau Lembaga yang telah menginisasi dan mendukung pengembangan Mushaf Alquran di daerahnya masing-masing, dengan harapan akan menjadi pendorong dan tauladan daerah lain dalam khidmatul Quran ini. Semoga Allah meridhai kita semua… Amin,” ucap dia.

Berikut sekilas profil penerima Alqur’an Award dan kontribusinya:

1 dari 4 halaman

1. Tim Pengkajian dan Penyempurnaan Terjemahan Alqur'an Kemenag

 Cara Mengajarkan Anak Menghafal Alquran

Tim ini berjumlah 14 orang, terdiri dari 10 pakar dalam bidang ulum Alquran, Tafsir, Bahasa Arab, Peneliti Terjemahan Alquran dalam berbagai Bahasa dan empat orang pakar Bahasa Indonesia.

Tim ini telah bertugas selama 3,5 tahun, sejak 2016 hingga pertengahan 2019. Setiap bulan mereka bersidang, mengkaji, menelaah ulang, mendiskusikan dan merumuskan setiap makna kata dari Alquran. Hingga berhasil menghadirkan Terjemahan Alquran edisi penyempurnaan 2019.

2. Badan Pengembagan Bahasa dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Lembaga negara ini terlibat secara aktif mendampingi tim pengkajian dan penyempurnaan terjemahan Alquran Kemenag dengan mengirimkan empat orang pakar bahasa Indonesia.

Tugas empat orang ini adalah menyelaraskan susunan kalimat dalam terjemahan Alquran yang telah dirumuskan dan disepakati tim pakar kajian terjemahan Alquran agar sesuai dengan kaidah penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. 
Kontribusi mereka sangat bernilai mengingat adanya perbedaan besar dalam susunan kalimat bahasa sumber (Arab/Alquran) dengan bahasa sasaran (bahasa Indonesia).

 

2 dari 4 halaman

3. Pusat Studi Alqur'an (PSQ)

 (Foto: NU.or.id)

(Foto: NU.or.id)

Lembaga pengkajian Al-Qur’an yang didirikan Prof. Quraish Sihab ini menjadi inisiator penulisan kembali master Mushaf Standar Indonesia (MSI).

PSQ secara kelembagaan didukung penuh LPMQ. Kontribusi PSQ dinilai berharga karena setelah master mushaf Ini selesai ditulis, dihibahkan kepada negara untuk dimanfaatkan masyarakat luas.

Dengan adanya master mushaf Alquran yang baru, umat Islam Indonesia memiliki tambahan alternatif pilihan master mushaf Alquran yang siap dicetak, diterbitkan dan diedarkan.

4. H. Isep Misbah

Isep Misbah merupakan pelukis kaligrafi yang ditunjuk sebagai penulis tunggal master Mushaf Standar Indonesia (MSI) terbaru. Isep menulis MSI 30 juz selama 4,5 tahun, sejak 2015 dan selesai pada pertengahan tahun 2019.

Hasil goresan pena Isep juga telah diformat menjadi font Arab yang dikerjakan tim IT LPMQ. Font ini menjadi satu-satunya font Arab yang paling memungkinkan untuk menulis Alquran dengan penandaan khas Mushaf Standar Indonesia.

3 dari 4 halaman

5. Pengembang aplikasi Alquran, Mohamad Taufiq

Taufiq merupakan pengembang aplikasi Qur’an In Word. Aplikasi ini banyak digunakan oleh para mahasiswa muslim dan kalangan akademisi untuk mengutip Alquran dan terjemahannya secara mudah.

Taufiq telah menghibahkan aplikasi tersebut kepada LPMQ agar masyarakat Indonesia dapat mengutip ayat Alquran sesuai dengan Mushaf Standar Indonesia. Hibah aplikasi ini kemudian diberi nama Qur’an Kemenag in Ms. Word (QKIW).

Teks ayat Alquran dalam QKIW berasal dari tulisan tangan H. Isep Misbah yang didigitalkan IT LPMQ dalam bentuk font. Aplikasi QKIW dapat diunduh di https://lajnah.kemenag.go.id/unduhan

6. Muhammad Zamroni Ahbab

Sosok Zamroni merupakan pegawai LPMQ di bidang pentashihan sekaligus anggota tim IT telah berhasil mengembangkan font Alquran dari tulis tangan menjadi font arab sesuai standard unicode yang dilengkapi dengan tanda baca sesuai dengan Mushaf Alquran Standar Indonesia.

Buah ide dan garapannya mengonversi tulisan tangan H. Isep Misbah menjadi sebuah font telah banyak dinikmati masyarakat dalam berbagai aplikasi Al-Qur’an baik dalam bentuk digital, website, maupun aplikasi MS Office.

 

4 dari 4 halaman

7. Erwin Dian Rosyidi

Erwin merupakan kolektor sekaligus pelestari manuskrip-manuskrip kuno Indonesia, khususnya manuskrip Alquran. Dia mengoleksi naskah tulisan tangan yang usianya lebih dari 50 tahun.

Manuskrip juga sering disebut sebagai naskah kuno dan menjadi kajian dalam ilmu filologi. Manuskrip memiliki nilai yang tinggi karena berisi informasi dari para leluhur.

Sehingga menjadi barang buruan para kolektor dan negara-negara tetangga dengan tawaran nilai harga yang tinggi. Saat ini manuskrip banyak tersimpan di museum-museum dan di tangan pribadi-pribadi.

Erwin menghibahkan sembilan manuskrip, yang terdiri dari enam manuskrip Alquran dan tiga manusrkip pesantren, berisi ajaran tasawuf.

 

Beri Komentar
Anak Millenial Wajib Tahu, Ini Tips Umroh Tenang Tanpa Utang