Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Orang yang bersungguh-sungguh dalam menjalankan ibadah puasa ramadan, tentu menginginkan puasanya sempurna dengan harapan diterima oleh Allah SWT. Mereka akan berusaha menghindari hal-hal yang membatalkan puasa di bulan Ramadan ini.
Seorang muslim juga harus memenuhi syarat-syarat tertentu sebelum melaksanakan ibadah. Seseorang yang tidak memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan, maka kewajibannya untuk melaksanakan ibadah tersebut menjadi gugur.
Hal ini juga berlaku dalam pelaksanaan ibadah puasa di bulan ramadan. Di antara syarat-syarat tersebut ialah orang yang melaksanakan puasa haruslah berakal sebagai syarat taklif (pembebanan hukum Islam). Bila tidak berakal, maka gugurlah kewajibannya untuk berpuasa, dan apabila ia berpuasa maka puasanya juga batal dan tidak sah. Hukum ini berlandasan atas hadits Nabi Muhammad SAW:

" Telah diangkat pena (kewajiban tidak berlaku) atas tiga golongan; orang tidur hingga ia bangun, anak kecil hingga ia mimpi basah, orang gila hingga ia kembali berakal (HR. Abu Dawud)"
Namun ada saja hal dan kondisi yang menghalangi kelancaran dan kesempurnaan ibadah puasa umat muslim. Misalnya ketika di tengah puasa tiba-tiba seseorang mengalami kesurupan. Dalam pandangan Islam, apakah kesurupan bisa membatalkan puasa?
Dilansir dari Bincang Syariah, Wahbah Az-Zuhaili dalam kitab al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu (3/1664) menjelaskan hadits dari Rasulullah SAW di atas. Menurutnya orang yang sedang kehilangan akalnya tidak wajib berpuasa. Sebab kondisi kehilangan akal tidal memungkinkan untuk melaksanakan niat.
Berikut penjelasannya dalam kitab Fiqh al-Islami wa Adillatuhu:

“ Barangsiapa yang akalnya hilang maka ia tidak ada kewajiban untuk melaksanakan puasa di saat ia kehilangan akalnya. Begitupun tidak sah puasanya orang gila, pingsan dan orang mabuk karena tidak memungkinkan untuk melaksanakan niat.”
Hal tersebut semakin diperkuat dengan penjelasan di dalam kitab at-Taqrirat as-Sadidah (1/438). Bahwa syarat syah puasa adalah berakal.

“ Syarat-syarat sahnya puasa: berakal. Maka disyaratkan orang yang berpuasa harus berakal, tamyiz sepanjang hari. Jika ia gila walaupun sekejap maka puasanya batal.”
Lantas, bagaimana status puasa orang yang mengalami kesurupan? Ulama menyamakan status hukum orang kesurupan seperti halnya orang gila. Artinya orang kesurupan tergolong kehilangan akal sehingga puasanya menjadi batal. Syekh Al-Bajuri mengatakan:

" Imam Syafi’i menyamakan status kerusakan dalam akal dengan status penyakit gila, begitupun kesurupan termasuk bagian dari gila sebagaimana pendapat sebagian ulama. (Hasyiyah al-Baijuri, 1/115. Lihat pula: Hasyiyah al-Bujairami ‘ala al-Khatib, 3/428).
Dengan demikian, kesurupan bisa membatalkan puasa lho, Sahabat Dream. Orang yang mengalami hal tersebut tidak wajib mengganti puasanya serta tidak berdosa, asalkan ia tidak sengaja melakukan hal yang membuat ia kesurupan.
Hal ini sebagaimana telah dijelaskan dalam kitab Tuhfatul Muhtaj:
“ Ketika penyakit gila muncul tanpa ada usaha untuk menyebabkannya, baik dalam waktu sebentar maupun satu hari penuh, maka puasanya otomatis batal. Namun tidak ada kewajiban untuk menggantinya dan juga tidak berdosa sama sekali."
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya