Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Penjual Amplop
Dream - Memiliki penghasilan tetap serta kedudukan yang layak mungkin tak dirasakan sebagian orang yang memiliki latar belakang pendidikan yang kurang tinggi. Ini bisa terlihat dari sosok pria paruh baya duduk di salah satu sudut Masjid Salman ITB, Bandung.
Di antara pedagang lainnya yang memiliki modal lebih besar menjual memilih pakaian, makanan atau elektronik. Namun, pria paruh baya itu rupanya tengah menjajakan barang dagangannya yakni amplop.
Ketika sebagian penjual ramai dikunjungi pembeli, ia hanya bisa meratapi karena tak satu pun dari orang-orang yang lewat menengok barang dagangannya. Sampai suatu saat seorang pemuda menghampiri pria itu bermaksud ingin membeli beberapa amplop.
Kaget bukan kepalang saat ditanya berapa harga amplop yang dijualnya. " 10 amplop saya jual seharga Rp 1.000" , kata pria itu. Kenapa semurah itu, ia lantas menunjukan kwitansi pembelian amplop yang seharga Rp 7.500, berarti ia hanya mengambil untung Rp 250 saja.
Bagi Anda berpenghasilan lebih, uang sekecil itu tentu tidak ada artinya. Namun uang Rp 1.000 ternyata begitu penting bagi pria itu. Demi membeli satu bungkus nasi saja ia harus menjual puluhan bungkus amplop.
Penasaran dengan ketabahan si penjual amplop? Yuk simak kisahnya disini http://bit.ly/1uvhMZo
Kisah-kisah menarik banyak terjadi di sekitar kita. Dari kejujuran bocah penjual tisue di Setiabudi, Jakarta Selatan, mualaf yang dilempar kepala babi, sampai 'kesuksesan' haji nunut. Ini lengkapnya:
Kirimkan blog atau website kamu kekomunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog/web
3. Foto dengan ukuran high-res
© Dream
Dream - Kejujuran, sebuah kata yang sangat sederhana tapi sekarang menjadi barang langka dan sangat mahal harga. Memang ketika kita merasa senang dan segalanya berjalan lancar, mengamalkan kejujuran secara konsisten tidaklah sulit.
Tetapi pada saat sebuah nilai kejujuran yang dipegang berbenturan dengan perasaan, kita mulai tergoncang apakah tetap memegangnya? Atau kita biarkan tergilas oleh keadaan. Inilah kisah kejujuran bocah penjual tisue di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan. Ini lengkapnya http://bit.ly/1tUO4N1 (Ism)
© Dream
Dream - William Henry Quilliam, profesor hukum dari Inggris merupakan muslim pertama di negara itu. Quilliam yang membuka Institut Muslim Liverpool pada 1889 dikenal melawan arus masyarakat tempatnya karena berani masuk Islam.
Quilliam masuk Islam dua tahun sebelum mendirikan institut. Setelah menjadi mualaf, dia mengganti nama menjadi Abdullah. Institut Muslim Liverpool kemudian disulapnya menjadi Masjid. Dia pernah dilempar kepala babi oleh pembencinya. Ini lengkapnya http://bit.ly/1tSKB46 (Ism)
© Dream
Dream - 'Kaji nunut'. Mungkin Anda pernah mendengar kisah ini. Cerita Choiron Nasichin, yang menyusup ke pesawat haji untuk pergi ke Tanah Suci. Pria asal Jombang, Jawa Timur, itu tak punya uang untuk berhaji.
Sehingga pada 1992, dia diam-diam nebeng pesawat rombongan haji yang berangkat dari Bandara Juanda. Choiron memang sudah ngebet naik haji sejak awal 1990. Namun, dia tak punya uang untuk membayar ongkos haji yang kala itu berkisar Rp 6 juta. Bagaimana selanjutnya? Ini lengkapnya http://bit.ly/1pwuQZY (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya