Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Masjid Al Aqsa (Foto: Shutterstock)
Dream - Jemaah Palestina di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem mengatakan mereka bertekad untuk menikmati bulan suci Ramadan di dalam halaman masjid walaupun ada serangan mengerikan dari Israel.
Banyak jemaah di dalam masjid terluka oleh pasukan Israel pada Jumat malam minggu lalu, namun sebanyak 90.000 orang tetap menuju Al-Aqsa pada Sabtu untuk beribadah pada malam Lailatul Qadar.
Banyak dari mereka datang dari jauh, dari Tepi Barat yang telah diduduki Israel meski dihuni mayoritas warga Palestina, walaupun bus-bus mereka dihalangi oleh polisi Israel. Banyak yang turun dan mulai jalan kaki menuju Yerusalem, kemudian dijemput orang Yerusalem Palestina dengan mobil mereka, mengangkut jemaah yang datang dari jauh menuju Al-Aqsa.
Mohammed Atiq, dari kota Jenin di Tepi Barat, mengatakan serangan hari Jumat di Al-Aqsa tidak menyurutkan tekad pada jemaah.
“ Mereka mulai berusaha membersihkan Al-Aqsa, berusaha merusak ibadah malam,” ujarnya kepada Middle East Eye, dikutip Selasa 11 Mei 2021.
“ Tapi kehendak para jemaah lebih kuat daripada peluru.”
Biasanya pada 10 malam terakhir Ramadan, Al-Aqsa sangat ramai. Banyak jemaah beriktikaf di dalam masjid, baik perempuan dan laki-laki.
Suad Abu Eraim, dari kota Yatta di Tepi Barat selatan, mengatakan dia melalui perjalanan yang sulit untuk sampai di Yerusalem, mengabiskan waktu berjam-jam menunggu di pos pemeriksaan Israel.
Suad mengatakan dia pergi ke Al-Aqsa kapan pun dia punya kesempatan, yang biasanya terjadi ketika dia dapat memanfaatkan pelonggaran pembatasan untuk mengakses Yerusalem selama Ramadan.
“ Ini masjid Al-Aqsa, ini masjid kami, kami harus tetap terikat dengannya,” ujarnya kepada Middle East Eye.
“ Kami harus ada di sini, kaum tua atau muda, dari berbagai tempat.”
Ketegangan di Yerusalem meningkat sepanjang bulan ini. Warga Palestina yang berkumpul pada malam hari di pintu masuk Gerbang Damaskus menuju Kota Tua, harus dihadapkan dengan pasukan Israel yang berusaha membubarkan paksa mereka pada pekan pertama Ramadan.
Baru-baru ini, situasinya mencapai titik didih di lingkungan Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur yang diduduki, di mana unjuk rasa berlangsung untuk menentang rencana penggusuran keluarga Palestina yang diserang polisi Israel.
Terlepas dari kekerasan tersebut, banyak warga Palestina tetap bersikeras melanjutkan ibadah malam mereka di Al-Aqsa.
Sumber: merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya