Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
© 2025 HerStory
Dulu, ngobrolin cewek di dunia kerja tuh suka ada embel-embel, “ Ah paling jadi admin doang,” atau “ Bos? Kayaknya cowok lebih tegas deh.” Eh, tapi sekarang? Udah beda cerita, bestie! Perempuan udah pada naik level, ngerangkul jabatan kece di top management, bahkan jadi decision maker di banyak perusahaan besar. Nggak cuma jadi pelengkap, tapi bener-bener jadi player utama!
Ngomongin soal itu, baru-baru ini ada acara kece yang namanya Indonesia Best Women Empowerment Companies Awards (WECA) 2025 dari HerStory. Ajang ini tuh kayak Grammy Awards-nya perusahaan yang serius banget ngejunjung tinggi pemberdayaan perempuan. Nggak main-main, yang dapet penghargaan tuh perusahaan-perusahaan top yang emang terbukti support banget sama kesetaraan gender.
CEO & Founder HerStory, Muhamad Ihsan, sampai bilang, “ Berdasarkan hasil riset tim kami, 90,2 persen perusahaan yang kami teliti udah menerapkan kesetaraan gender dalam praktik bisnisnya.” Nggak cuma itu, teknologi juga jadi senjata ampuh nih. Ihsan nambahin, “ 96 persen perusahaan yang kami teliti udah memanfaatkan teknologi buat mempromosikan kesetaraan gender.”
Sounds cool, right?
Tapi, perjalanan ke sini tuh nggak seinstan bikin mie rebus. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) nunjukin, tahun 2015 cewek yang megang posisi manajerial cuma 22,32%. Setelah perjuangan panjang, tahun 2022 naik jadi 32,26%. Lumayan lah, meski tetep banyak PR.
Masalahnya, perempuan di dunia kerja tuh sering banget ketabrak tembok stereotip. Kudu tampil tegas, tapi kalo terlalu tegas dibilang galak. Kalo terlalu lembut, dibilang lemah. Pusing kan? Padahal karakter feminin kayak empati, kolaboratif, dan nurturing tuh justru bisa bikin lingkungan kerja lebih sehat, produktif, dan fun!
Makanya, WECA 2025 ini hadir buat ngerayain perusahaan yang sadar bahwa perempuan bukan cuma pelengkap di ruangan rapat, tapi emang punya kapasitas buat jadi ujung tombak. Ada 22 perusahaan yang jadi pemenang di berbagai kategori. Sebut aja PT Brantas Abipraya, PT Permodalan Nasional Madani, sampai PT Transportasi Jakarta alias TransJakarta, semua dapet spotlight karena komitmennya ngejagain hak-hak perempuan dan buka banyak peluang buat mereka.
Deputi Peningkatan Kapasitas Masyarakat Kementerian Pariwisata, Ika Kusuma Permana Sari, juga angkat suara. Beliau bilang, “ Perempuan itu dinilai lebih punya kesadaran dalam menjalankan usaha dan langkah bisnis yang berdampak pada komunitas lokal dan lingkungan sekitar.”
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya