Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Foto: Facebook/Koorana Crocodile Farm
Dream – King Buka, buaya seberat satu ton yang berasal dari Queensland, Australi telah mati di usia 100 tahun. Buka telah perjalanan hidupnya selama satu abada di Penangkaran Buaya Koorana, Australia. Hewan amfibi ini awalnya ditangkap disaluran irigasi di pertanian tebu Queensland Utara.
Staf penangkaran Koorana memposting sebuah pengumuman di akun Facebook mereka dengan menuliskan pesan berbunyi, “ Keluarga kami di Koorana tengah berduka hari ini. King Buka telah mati tadi malam.”
Buaya berukuran besar itu digambarkan sebagai ‘anggota keluarga yang luar biasa’ ia juga memiliki tempramen yang lebih lembut dari kebanyakan buaya lainnya.
King Buka, awalnya ditangkap pada tahun 1984 silam. Ia dibawa ke Peternakan Buaya Koorana, dan menjadi salah satu objek wisata yang terkenal di Queensland Tengah.
Menurtu staf pangkaran, Buka adalah buaya terbesar kedua di penangkaran di Australia. Usia Buka pun tidak diketahui dengan pasti. Namun, melihat ia telah menghabiskan hidupnya di alam liar, diperkirakan usia Buka mencapai 100 tahun.

Sebelum ditangkap, Buka tinggal di saluran irigasi di pertanian tebu Queensland Utara yang menjadi lokasi cukup populer bagi para pekerja yang membersihkan diri setelah bekerja.
John Lever dari Koorana mengatakan, " Orang-orang biasanya setelah bekerja di penggilangan, mereka kemudian berenang untuk membersihkan keringat dan debu dari tubuh mereka. Namun mereka tidak menyadari ada seeokor buaya besar disana.”
Lever menjelaskan bahwa Buka tidak pernah membunuh seseorang. Namun dikhawatirkan, Buka akan menyerang seseorang secara tidak sengaja. Sehingga ia harus dibawa ke penangkaran buaya.

Selama dipenangkaran, Buka telah menjadi ayah dari buaya kecil yang tak terhitung banyaknya. “ Tahun lalu betina dari Buka bertelur hingga 56 ekor. Dan kesemuanya tumbuh sehat. Jadi Buka masih menjadi seekor jantan yang aktif,” kata Lever.
Lever menambahkan bahwa Buka adalah ikon dari para buaya. Ia memiliki kepribadian yang hebat. “ Dia adalah jenis buaya yang bisa diajak berkomunikasi dikandang. Dia tidak memandang manusia sebagai makanan, namun sebagai pemberi makan.”
Pengumuman lebih lanjut dari pihak penangkaran bahwa, kepala dan kulit Buka akan dipajang dilangit-langit restoran sebagai bentuk penghormatan untuk Buka.
(Sumber: dailystar.co.uk)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam