Ciuman Terakhir Anies Baswedan untuk Dayat

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Senin, 4 Maret 2019 18:03
Ciuman Terakhir Anies Baswedan untuk Dayat
Sebelum operasi, Anies sempat mencium kening Dayat.

Dream - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan membagikan kisah haru yang dialaminya saat berkunjung ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis malam, 28 Februari 2019.

Awalnya, Anies bermaksud untuk menjenguk ibunda sahabatnya yang tengah terbaring sakit. Setelah itu, dia berjalan berdekatan dengan ruang Instalagi Gawat Darurat (IGD). Tiba-tiba suara kencang terdengar dari dalam ruangan itu.

" Pak Anies, Pak Anies, Pak Anies!" tulis Anies di akun Facebook-nya, Senin, 4 Maret 2019.

Anies menceritakan, suara panggilan itu bersumber dari seorang pemuda yang berjuang melawan sakit akibat kecelakaan. Anies menyebut, meski terhalang masker oksigen, suara pemuda itu keras terdengar.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu kemudian menghampiri orang yang memanggil namanya. Dia merasa prihatin dengan kondisi pasien yang mengalami luka parah di dua ruas tulang leher, tangan, dan kaki terlihat lumpuh.

Pemuda itu bernama Rahmat Hidayat. Dayat, sapaannya, merupakan The Jak, penggemar Persija Jakarta. Meski dalam keadaan kritis, Dayat masih sempat menyanyikan lagu penyemangat Persija.

" Saya dengar dia juga suka melantunkan sholawat. Dalam sakit yang tak terkira itu, dia masih melantunkan sholawat," kata dia.

 

1 dari 1 halaman

Ciuman Terakhir untuk Dayat

Remaja 15 tahun itu juga sempat meminta Anies menciumnya.

" Perlahan saya cium keningnya. Saya tahan, saya cium lama kening Dayat. Seakan anak sendiri. Sambil membayangkan dia sedang berhadapan perenggang nyawa," ujar dia.

Ucapan terima kasih pun keluar dari mulut Dayat sembari menahan rasa nyeri di sekujur tubuhnya. Sebelum pamit, Anies diberitahu, Dayat akan menjalani operasi besok.

12 jam lamanya Dayat terbaring di meja operasi. Doa dari keluarga menjadi penguat bocah itu diantara hidup dan mati. Segala daya dan upaya sudah dilakukan, nyawa Dayat tak dapat diselamatkan.

" Allah punya rencana lain. Minggu subuh, sebuah teks masuk di WA mengabarkan Dayat wafat pukul 01.00 dini hari," ucap dia.

 Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berdoa untuk almarhum Rahmat HidayatGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berdoa untuk almarhum Rahmat Hidayat © Istimewa

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berdoa untuk almarhum Rahmat Hidayat

Anies kemudian segera melayat bocah yang meminta ciumnya di rumah sakit. Pagi sekali, dia sudah tiba di Jagakarsa, Jakarta Selatan tempat rumah duka.

" Saya temui Ibunya, Ayahnya. Mereka masih terpukul, tak pernah ada dalam bayangannya kalau mereka yg melahirkan dan membesarkan Dayat, kini harus menguburkannya," kata dia.

Sambil menguatkan, Anies mengatakan, Insya Allah Dayat akan menjadi pembuka surga bagi kedua orangtuanya.

" Kamis malam di rumah sakit, dia panggil saya dan minta dicium. Saya cium dia seakan anak sendiri. Minggu pagi ini saya datangi lagi Dayat. Kali ini telah jadi jenazah. Husnul khatimah Insya Allah," ujar Anies. (ism)

Beri Komentar
Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak