Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Xiao Dong Berjualan Sayur Keliling (Foto: World Of Buzz)
Dream- Dampak pandemi Covid-19 begitu dirasakan warga kurang mampu. Bahkan tak sedikit dari meraka yang terdampak harus menahan lapar karena sudah tidak memiliki uang untuk membeli bahan makanan.
Keadaan itu ternyata tak hanya dirasakan warga kurang mampu di Indonesia saja.
Baru-baru ini, seorang anak bernama Xiao Dong, menjadi berita utama setelah dia tertangkap kamera membawa sekeranjang sayuran yang tidak terjual saat bersepeda melalui jalan-jalan kosong Songkhla, Thailand.
Menurut laman Sin Crew Daily melalui World of buzz, Dong menjual sayur-sayuran untuk menghidupi keluarganya yang terdiri dari seorang nenek berusia 56 tahun, seorang nenek buyut berusia 89 tahun dan seorang kakek buyut berusia 96 tahun yang sakit-sakitan.
Dong menjual sayuran hasil panen dari kebun neneknya. Dari hasil panen itu Dong akan menjualnya keliling kampung dengan mengayuh sepeda penuh sayuran, untuk membantu kakek dan neneknya yang telah renta.

Xiao Dong yang berusia 10 tahun, tinggal di Songkhla, Thailand berkeliling dengan sepedanya untuk menjual sayuran setiap hari.
Dong mulai menjual sayur-sayuran dengan sepeda dari kelas satu hingga saat ini, ia duduk di kelas lima SD. Dong menjual sayur-sayuran untuk menghidupi tiga keluarganya itu.
Karena pandemi, bocah malang itu harus berjuang lebih keras untuk menghasilkan uang untuk menghidupi keluarganya. Terutama setelah Thailand mengumumkan akan memperpanjang penutupan secara nasional hingga akhir Mei.
Meskipun demikian, hal itu tidak menjadi penghalang bagi Xiao Dong, ia masih berjuang menjual sayuran dimana-mana untuk menghasilkan uang dan demi keluarganya.
Bahkan dengan jalanan yang lebih sepi karena epidemi virus corona, dan pembeli berkurang, Xiao Dong bersikeras tetap berjualan.
Karena ketulusan dan kegigihan Dong untuk menghidupi keluarganya. Berita tentang kerja keras Dong yang masih berjualan sayuran di tengah pandemi ini pun terdengar Perdana Menteri Thailand, Prayut Chan o Chaa.
Ketika Perdana Menteri Thailand mendengar cerita Dong, ia segera menghubungi pemerintah setempat untuk menawarkan bantuan.
Sejak itu, pejabat Songkhla telah mengatur agar persediaan kebutuhan sehari-hari dikirimkan ke keluarga Dong dengan jaminan penuh bahwa, keluarga akan disediakan sampai akhir epidemi yang menakutkan ini.
Kegigihan Xiao Dong tidak hanya memenangkan pujian dari Perdana Menteri, tetapi juga membuat publik dan netizen memujinya.
Kisah-kisah seperti inilah yang mengingatkan kita betapa beruntungnya kita dan benar-benar mengetuk hati kita. Hargai apa yang kita miliki, dan selalu berikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya