Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Zeng Dan Ayahnya (foto: World Of Buzz)
Dream - Pada masa pandemi Covid-19 ini, membesuk orang sakit atau bertemu dengan orang berusia lanjut sangat tidak disarankan untuk menghindari penularan virus corona. Sebab, bila mereka kontak dengan orang lain dan terinfeksi, maka akibatnya bisa fatal. Orang dengan riwayat penyakit kronis dan usia lanjut merupakan kelompok rentan.
Meski demikian, gadis asal Malaysia ini tetap menjenguk sang ayah yang terbaring sakit. Dia rela jauh-jauh melakukan perjalanan dari Singapura menuju Perak, Malaysia. Dia nekat bertemu sang ayah yang sedang sakit karena kemungkinan itulah terakhir kali mereka bisa berjumpa di dunia fana ini.
Menurut laman World of Buzz, gadis bernama Zeng Hui Jing iru , gadis yang bekerja di Singapura baru mendapat kabar bahwa ayahnya, yang berusia 61 tahun, menderita kanker stadium akhir.
Keluarga Zeng pada awalnya menyimpan berita tragis tersebut karena tidak ingin membuatnya khhawatir. Namun ketika kesehatan sang ayah memburuk, keluarga langsung memberi kabar kepada Zeng.
Sebagai protokol kesehatan di Malaysia, warga negara yang berasal dari luar, diharuskan melakukan karantina selama 14 hari sebelum kembali ke kampung halaman.
Zeng terus memohon kepada petugas kesehatan untuk melihat ayahnya beberapa kali dan akhirnya diberikan izin untuk mengunjunginya pada hari ke-9 karantina, dengan syarat harus menggunakan alat pelindung diri (APD).
" Meskipun saya telah berulang kali meminta pulang untuk melihat ayah saya dan gagal, saya masih tidak menyerah karena saya khawatir bahwa saya tidak akan dapat melihat ayah saya lagi. Akhirnya pemerintah menyetujui saya untuk mengunjungi ayah saya," kata Zeng.
Ditemani oleh seorang profesional kesehatan, Zeng kemudian pergi ke Teluk Intan untuk menemui ayahnya tetapi Zeng diberi tahu oleh pihak rumah sakit bahwa ayahnya telah dikirim pulang ke Bagan Sungai Tiang.
Zeng kemudian menghabiskan setengah jam dengan ayahnya dan hanya berhasil bertukar lima kalimat dengan ayahnya. Dia mengatakan ayahnya terlihat sangat lemah dan kelelahan, tetapi masih bisa mengangkat muka dan berkata bahwa 'dia baik-baik saja' agar tidak membuat Zeng khawatir.
Zeng juga mengambil satu foto keluarga terakhir bersama ayahnya, bersama dengan dua saudara perempuan dan satu saudara lelakinya, berusia 19 tahun dan 26 tahun. Kakak-kakaknya sudah kembali ke Malaysia untuk menghabiskan waktu bersama ayah mereka sebelum lockdoqn dilaksanakan, tetapi Zeng masih bekerja di Singapura pada saat itu.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya