Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Muhadi Ditemukan Usai Hilang 30 Tahun (Youtube Liputan6)
Dream - Tidak sedikit masyarakat Indonesia yang memilih merantau ke luar negeri sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Akan tetapi, ada saja pihak tak bertanggungjawab yang memanfaatkannya dengan menipu.
Seperti yang dialami oleh Muhadi, warga Desa Kesambi, Kecamatan Bandung, Tulungagung, Jawa Timur. Pada tahun 1993, Muhadi memutuskan berangkat ke Malaysia untuk bekerja demi memperbaiki ekonomi keluarga.
Ia bahkan rela meninggalkan istri dan empat anaknya. Saat itu sang bungsu masih berusia 7 bulan. Tak disangka, Muhadi justru menjadi korban penipuan agen dan terlantar di Labuhanbatu, Sumatera Utara (Sumut).

Setiap rindu keluarga, Muhadi mengaku hanya bisa menangis dan berdoa kepada Tuhan.
" Rasanya lama enggak ketemu sama keluarga, kalau ingat itu malam cuma diam, sambil mengeluarkan air mata. Cuma itu saja," kata Muhadi.
Rupanya selama ini Muhadi hidup sebatang kara di sebuah gubuk yang ia buat dari potongan kayu. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Muhadi terpaksa bekerja serabutan dan bergantung pada belas kasih orang.

" Soalnya memikirkan mau pulang, enggak punya uang," imbuhnya.
Kapolres Labuhanbatu, AKBP Anhar Rangkuti, mengatakan bahwa anggotanya dari Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), menerima laporan dari warga.
Setelah ditelusuri dan ditindaklanjut, rupanya sosok yang dilaporkan sesuai dengan kasus orang hilang.

" Alhamdulillah dari personel kami, Bhabinkamtibmas kami melapor dapat informasi dari masyarakat. Jadi kami menindaklanjuti beliau. Jadi rencananya hari Selasa akan kami antar ke kampungnya di Tulungagung," katanya.
Kakek berusia 70 tahun itu akhirnya dibantu pulang dan dibiayai oleh Polres Labuhanbatu.
Pasca Muhadi menghilang, pihak keluarga pernah berusaha mencari bahkan hingga ke Jambi. Namun, karena kehabisan dana, pencarian terpaksa dihentikan.

" Sudah dikabarkan meninggal gitu. Jadi ya sama saja. Sudah sempat dicari sampai ke Jambi, saya ke sana tapi pulang lagi kehabisan dana," kata salah seorang anggota keluarga, Ali Fattah.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam