Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Nenek Di Tegal, Jawa Timur (Foto: Instagram @rumahyatim)
Dream - Memasuki usia senja, seharusnya seseorang sudah tak perlu memusingkan tentang cara bertahan hidup. Namun hal tersebut tidak bisa dirasakan oleh seorang asal Tegal, Jawa Tengah satu ini.
Begitu miris, di usianya yang tak lagi muda, Nenek yang tak diketahui namanya itu harus bertahan hidup dengan menjadi seorang pemulung rongsongkan. Pendapatannya pun jauh dari kata cukup.
Dalam satu bulan, sang nenek hanya bisa mengumpulkan uang sebesar Rp15 ribu hasil dari memulung.
" Mungkin bagi kita uang dengan nominal segitu tidak terlalu berarti, hanya cukup untuk jajan sekali, tapi bagi Nenek uang itu untuk bertahan selama sebulan," tulis keterangan dalam unggahan akun Instagram @rumahyatim.
Hasil usahanya selama satu bulan itu, hanya cukup untuk membeli beras sebanyak setengah kilo.

Saat ini, nenek renta itu juga tidak memiliki tempat yang nyaman dan layak. Dirinya hanya tinggal di gubuk seadanya.
Banyaknya atap rumah yang bocor, membuat hujan kerap kali membanjiri bagian dalam rumah. Bahkan, air juga ikut membasahi beras yang tak banyak itu. Bahkan, ia juga kerap memakan nasi basah yang sudah terkena air hujan.
Namun, mau tidak mau ia tetap harus memakan nasi tersebut karena untuk mendapatkannya saja, sang nenek harus berusaha dengan susah payah.
" Mau gimana lagi, nenek laper, untuk membelinya sudah susah payah" ujar nenek dengan nasib yang amat malang itu.
Kisah memilukan Nenek asal Tegal, Jawa Tengah tersebut langsung membuat banyak warganet tersayat hatinya. Terbukti banyak dari mereka yang merasa sedih dan memberikan doa untuk sang nenek.
" Saya doakan semoga semua orang yang membantu di lancarkan rezekinya dan di beri kebahagiaan di setiap detik hidupnya aamiin," tulis komentar @idoy_bgr3.
" Ya Allah semoga nneku in sht wal'afiyat murah rizki sma Allah SWT Aamiiin ya robal alamiiin," lanjut @fatimamahid.
" kita gapunya panti asuhan untuk masyarakat yg udah tua yg udh ga punya keluarga ya? kasihan kan ga ada yg ngurusin:(," timpal @naie_y.
" Sebulan 15 ribu, berarti sehari 500 perak penghasilan nenek, makan apa ya??," papar @azharititimrazali.
Dream - Di masa tua, seharusnya seseorang sudah bisa menikmati sisa hidupnya dengan hidup nyaman. Namun tidak dengan seorang nenek sebatang kara bernama Sunimah, 70 tahun.
Sunimah yang tak memiliki anak, cucu, dan suami, harus bertahan hidup dengan cara yang amat memilukan.
Dalam unggahan akun Instagram @rumahyatim, diceritakan bahwa Sunimah yang berusia senja ditinggal sang suami meninggal dunia 20 tahun. Kini ia hidup menumpang pada rumah orang lain dengan kondisi yang tak layak tinggal.
Sehari-harinya, Sunimah hanya bisa melakukan pekerjaan menjemur kerak nasi. Sebab ia tidak lagi bisa melakukan pekerjaan lain mengingat tak lagi ada tenaga.
Tidak memiliki tempat tinggal tetap, Sunimah juga terkadang harus menahan lapar. Meski begitu, tetangganya terkadang memberikannya makanan.
" Kelaparan sudah akrab dengan nenek, namun terkadang ada tetangga yang memberikan makanan untuk nenek," tulis akun menerangkan kondisi Nenek Sunimah.
Sebagai cara mengatasi lapar jika tidak mendapat kiriman dari tetangganya, nenek 70 tahun itu harus berpuasa karena tidak mau meminta-minta.
Jika lapar sudah tak bisa ia tahan, air teh menjadi jalan keluarnya. Namun ia harus meminum air teh tersebut sedikit-demi sedikit agar bisa ia jadikan pengganti makan di lain hari.
" Kalau tidak ada makanan, nenek puasa seorang diri daripada harus meminta-minta. Air teh ini sudah empat hari, nenek meminumnya sedikit-sedikit biar awet," ucap Sunimah dengan lirih.
Kisah nenek Suminah ini langsung membuat para netizen terharu. Mereka merasa sedih dan terpukul dengan kondisinya yang memilukkan.
" Semoga nenek diberikan ketabahan dan kekuatan untuk terus berjuang ya Nek. Insha Allah Tuhan melihat, dan Ia tidak pernah tidur," lanjut @adtybil.
" Ya Allah," tulis komentar akun Instagram @itsfinaaa_.
" Ya Allah, dimana ini?," lanjut @febriawh menanyakan keberadaan sang nenek.
" Allahuakbar," timpal @anggraini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya