Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Pak Ici (Foto: IG @galeri.prajurit.tni)
Dream - Pak Ici. Demikian nama kakek ini. Usia memang sudah tak muda lagi. Kulit sudah mengendur, berkerut di sekujur tubuh. Tapi lihatlah, pria senja itu masih gagah. Tetap tegap.
Pak Ici adalah veteran perang. Seorang pejuang. Kakek 87 tahun itu pernah mempertaruhkan nyawa demi kemerdekaan negeri. Indonesia yang kita cintai bersama ini.
Raga pak Ici boleh makin rapuh, tapi tidak dengan jiwa nasionalismenya. Dia masih bangga saat mengenakan seragam prajurit dengan baretnya.

Singgahlah ke halaman Instagram @galeri.prajurit.tni. Di sana, kalian bakal melihat sisa kegagahan Pak Ichi. Akun itu mengunggah foto gagah pak Ichi, berlatar rumah bambu di Kampung Nangela itu.

Setelah kemerdekaan, gedung-gedung beton memang tumbuh subur di sana-sini, tapi veteran yang mengucurkan keringat untuk kemerdekaan negeri tersebut tetap tinggal di gubuk reot itu.
Jangan membayangkan rumah-rumah megah para pejabat yang penuh fasilitas mutakhir --yang sebagian ditinggal penghuninya karena sedang menginap di bui gegara korupsi. Rumah Pak Ichi sangat sederhana --bila tak boleh disebut memprihatinkan.

Ukurannya hanya 4X6 meter. Itupun dibelah jadi dapur dan bilik tidur. Luas rumah itu mungkin sama dengan kamar di pribadi rumah-rumah pejabat di kompleks-kompleks mewaha itu. Mungkin pula jauh lebih sempit ketimbang garasi tempat tongkrongan mobil-mobil miliarder penanam gedung beton di kota-kota.
Dinding bambu kusam pun sudah bolong di sana-sini. Intiplah dapurnya dari lubang dinding itu. Jangan harap menemukan kitchenset seperti dapur para selebritas yang sering dibuat pamer masakan lezat-lezat di YouTube.
Mungkin perabot mewah di bilik masak itu hanya kompor gas, yang entah sudah sejak kapan tahun menyemburkan api untuk membakar wajan dan panci makan pak Ici.

Gelas, piring, dan perlengkapan makan lain nangkring di atas rak besi. Mungkin tak serapi barisan Pak Ici waktu menuju medan perang. Wajan menggantung di dinding bambu lapuk yang sudah lelah menanggung beban itu.
Baskom juga teronggok di lantai berlapis anyaman bambu. Tabung gas melon hijau bersanding dengan tempat sampah plastik.
Jangan pula kalian berangan-angan Pak Ici punya mobil. Untuk menuju rumah veteran renta di Sindanggalih, Kecamatan Karangpawitan, Garut, Jawa Barat, itu harus melewati jalan setapak yang hanya cukup dilewati motor.

Tapi, di balik potret sederhana itu, dari dalam rumah sempit itu, hati Pak Ici sungguh luas untuk negeri ini. Semoga sehat selalu Pak Ici.
Sumber: Merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam