Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Anak (Foto: Shutterstock)
Dream - Kita baru saja disuguhi berita bocah pemilik nama unik, yang terdiri dari 19 kata, asal Tuban. Kini, muncul kembali kisah pemilik nama yang tak kalah unik.
Pemlik nama unik kali ini datang dari Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Seorang siswa kelas satu Sekolah Menengah Pertama, punya nama ABCDEF GHIJK Zuzu.
Remaja yang dipanggil dengan nama Adef atau Adebz itu merupakan putra sulung dari tiga bersaudara pasangan Zulfahmi, 41 tahun, dan Zuhro Liani, 36 tahun, yang tinggal di Desa Ujan Mas Baru, Kecamatan Ujan Mas, Muara Enim.
Nama bocah kelahiran 21 Agustus 2009 viral di media sosial setelah menjalani vaksin Covid-19 di klinik Polres Muara Enim. Petugas terkejut saat membaca dan memanggil nama Adef yang saat itu mendapat giliran suntikan vaksi.
Ayah Adef, Zulfahmi, mengatakan, nama abjad memang sudah ia rencanakan sejak bujang. Ia ingin anaknya kelak memiliki nama unik dan dapat dikenal banyak orang.
" Iya, saat masih bujang saya ingin begitu. Dan Alhamdulillah tercapai, anak pertama saya kasih ABCDEF GHIJK Zuzu," ungkap Zulfahmi, dikutip dari Merdeka.com, Kamis 21 Oktober 2021.

Zulfahmi mengaku sempat mengalami kendala saat mengurus administrasi kependududkan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil). Kala itu, petugas meragukan kebenaran nama untuk membuat akte kelahiran dan Kartu Keluarga.
" Waktu itu saya dan petugas berdebat, saya ngotot nama itu dipakai, petugas malah tidak percaya," kata dia.
Tak cukup sehari, Zulfahmi harus bolak-balik ke Disdukcapil hanya untuk memastikan nama anaknya. Dia harus menyertakan kesaksian dokter yang membantu kelahiran anaknya sebagai syarat tambahan agar berkasnya dapat diurus.
" Mungkin mereka kira saya main-main sama nama itu. Setelah banyak keterangan pendukung, berkas saya diproses," ujarnya.
Zulfahmi menyebut anaknya langsung menjadi perhatian teman dan gurunya saat masuk SD. Hanya saja, psikologis anaknya tidak sempat terganggu dan menerima apa adanya.
" Dia jadi terkenal di sekolah, jadi perhatian orang-orang," katanya.
Sumber: merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya