Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pak Harno Dan Bu Edah (Foto: YouTube Rahmat Channel)
Dream - Tinggal di desa dengan pemandangan menyejukkan dan udara segar, tentu menjadi keinginan banyak orang yang penat dengan hirup-pikuk kota.
Hal ini yang dipilih pasangan suami istri Edah, 43 tahun, dan Harno, 52 tahun. Keduanya memilih tinggal di perbukitan jauh dari pemukiman padat penduduk yang berlokasi di perbatasan Majelngka dan Ciamis, Jawa Barat.
Dalam kanal YouTube Rahmat Channel, sang pemilik video membagikan momen saat berkunjung ke rumah Ibu Edah dan Pak Harno. Ia pun sempat bertanya-tanya mengenai pilihan tempat tinggal keduanya.

Bangunan yang terbuat bambu dan kayu sederhana itu menjadi pilihan ternyaman bagi pasangan suami istri tersebut. Bahkan saking sejuknya, rumah mereka, yang berlokasi di Desa Sukamantri, Ciamis, kerap tertutup kabut.
" Beliau tinggal jauh dari tetangga, kampungnya itu di depan sana dan tertutup sama kabut. Pasangan suami istri itu tidak memiliki keturunan, dulu punya tapi katanya meninggal dunia," terang sang pemilik video.
Tinggal di atas perbukitan dengan jalanan yang kurang memadai, bukanlah sesuatu yang mudah. Terlebih jika keduanya berjibaku sendiri di tengah minimnya fasilitas yang bisa di akses.

Dalam video terlihat, jalanan menunju ke kediaman keduanya penuh bebatuan, tanah, pun tidak ada penerangan.
" Kondisi jalanannya di sana masih bebatuan, belum diaspal," sambungnya.
" Melihat minimnya fasilitas sarana dan prasarana yang ada dan jauh dari mana-mana apalagi jalanan berbatu bisa dikatakan pasangan suami istri tanpa anak ini bagai pahlawan bagi dirinya sendiri," lanjutnya.

Meski terkesan mustahil hidup sendiri di tengah hutan tanpa tetangga dan minim fasilitas, pasangan suami istri tersebut mengaku tak takut. Tak pernah ada rasa gelisah atau takut yang dirasakan.
" Tidak takut," ungkap Edah.
Tanah hingga bangunan yang kini ditinggali pasangan suami istri pemberani itu tak lain merupakan peninggalan dari orangtua. Meski sederhana nan kecil, namun banyak tanaman hias hingga perabotan yang ditata rapi hingga mempercantik rumah tersebut.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya