Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pengemis Tua Itu Memfoto Anaknya Yang Memakai Baju Baru (Sumber: Siakapkeli)
Dream - Bagi yang berduit, membeli baju ibarat membeli permen. Tetapi, bagi yang tidak berpunya, tentu butuh perjuangan sangat keras.
Seperti yang terjadi pada seorang pengemis di Bangladesh ini. Demi membelikan baju anaknya, dia harus menabung selama dua tahun.
Harga baju itu sebenarnya tidak mahal, hanya 300 taka Bangladesh, setara Rp49 ribu. Tetapi, jumlah itu tetap saja besar bagi si pengemis.
© Dream
Kisah mengharukan itu dibagi oleh fotografer, GMB Bakash, melalui akun Facebook milik dia.
Dalam ungggahan yang dimuat Siakapkeli itu, Bakash menyertakan foto pengemis tua itu bersama anaknya. Sampai hari ini, cerita itu telah dibagikan lebih 22.491 kali.
Berikut kisahnya:
Kemarin, saya berhasil beli baju baru untuk anak perempuan saya setelah dua tahun. Ketika saya menyerahkan 60 keping pecahan 5 taka, kepada seorang penjual baju.
Dia berteriak ke arah saya sambil bertanya apakah saya ini seorang pengemis. Anak saya langsung memegang tanganku dan menangis. Dia meminta saya meninggalkan toko itu.
Anak saya berkata dia tidak ingin membeli baju baru. Tapi saya sapu air matanya dengan sebelah tangan saya.
© Dream
" Ya, saya seorang pengemis. Sepuluh tahun lalu saya tak pernah menyangka akan menjadi peminta-minta. Suatu malam bus terjatuh dari sebuah jembatan dan saya menyangka masih hidup.
Saya masih hidup tetapi cacat. Anak perempuan saya, Sumaiya, selalu menyuapi saya setiap hari. Sebab dia tahu betapa sulitnya bekerja dengan hanya sebelah tangan.
" Setelah dua tahun, anak perempuanku ingin memakai baju baru. Oleh karena itu, saya bawa dia bermain sebentar."
" Saya pinjam ponsel tetangga tanpa memberitahu istri saya. Anak perempuan saya tidak pernah foto dan saya ingin buat hari ini menjadi hari yang istimewa buatnya.
Bila satu hari nanti saya mampu beli ponsel, saya akan memotret anak-anak saya. Saya ingin simpan semua kenangan manis itu.
Sulit menyekolahkan anak-anak saya. Tapi saya selalu mengajari mereka sesuatu.
Pernah suatu waktu mereka tidak bisa mengikuti ujian karena saya tak bisa membayar uang sekolah. Pada hari itu, saya akan memberitahu mereka, 'kadang-kadang kita bisa melewatkan ujian karena ujian sesungguhnya kita lalui setiap hari'."
© Dream
Sekarang saya mengemis. Saya akan menitipkan anak saya di satu tempat untuk menunggu saya.
Saya akan mengawasinya sambil mengemis. Saya merasa malu bila dia melihat apa yang saya lakukan.
Bila saya dapat sedikit rezeki, saya akan pulang ke rumah dan mengajak anak saya. Kami akan pergi ke bazar dan anak saya akan membawa bawa. Ketika hujan, kami akan membiarkan tubuh basah dan berbicara tentang impian kami.
Jika tak dapat uang, saya akan pulang. Rasanya ingin mati malamnya. Tapi, ketika anak-anak saya tidur sambil memeluk saya, ada perasaan bahwa 'hidup ini sebenarnya tidak terlalu menyedihkan. Hidup ini terasa menyedihkan hanya jika anak perempuan saya mengemis'."
Tapi hari ini sangat spesial. Karena hari ini anak perempuan saya sangat senang. Hari ini ayahnya bukan seorang pengemis. Hari ini, ayahnya seorang yang kaya dan ini adalah putrinya."
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya