Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Kisah Perjuangan Pemuda Pekerja Keras (Foto: Instagram @dunia_kaumhawa)
Dream - Lahir dari keluarga sederhana bukan penghalang untuk meraih cita-cita. Dengan segala keterbatasan, tekad kuat disertai doa bisa membawa semua orang menggapai mimpi.
LIhatlah perjuangan seorang pemulung berikut ini. Pada tahun 2020, dia mencoba peruntungan sebagai sopir ojek online.
Telahir dari keluarga sederhana tentu ada saja tantangannya. Begitu pula dengan sosok putra seorang pemulung barang bekas satu ini.
Tahun 2020 menjadi awal mula dirinya mencari penghasilan menjadi seorang ojek online.
" Di tahun 2020 saya bekerja Grab (pengemudi). Ini pas ketiduran di basecamp gara-gara menunggu orderan masuk," tulisnya, dikutip dari akun Instagram @dunia_kaumhawa.

Dia juga menjajal nasib menjadi pengantar minuman kemasan, berjualan ketupat dan keripik, sopir angkut barang, hingga kuli bangunan.
" Pernah jadi kuli bangunan, uangnya dipakai buat kebutuhan sehari-hari sama kasih ke mamak," terangnya.
" Pernah jadi sopir pindahan juga. Uangnya dibagi dua sama mamak," sambungnya.

Segala jenis profesi telah ia coba, pria yang tak diketahui namanya itu pun memberanikan diri untuk mendaftar sebagai anggota polisi.
" Pada akhirnya, saya mengadu nasib mendaftar Polri tahun pertama. Mengurus berkas sampai 1 minggu baru selesai semua. Setiap tes, saya selalu sendiri, gak pernah diantar orangtua," tulisnya.
Dirinya bahkan mengaku sempat berkecil hati lantaran banyak kawannya yang rela merogoh kocek dalam sekadar bimbingan belajar. Sementara dirinya hanya bermodalkan belajar mandiri.
" Selalu minder karena peserta yang lain mengikuti bimbingan belajar, sedangkan saya cuma belajar otodidak sendiri," ungkapnya.

Tak disangka, pengorbanan serta perjuangannya berbuah manis. Dirinya yang selalu gigih dan pantang menyerah untuk memperbaiki kehidupan, terbayar dengan dirinya dinyatakan lolos seleksi pendidikan Bintara Polri.
" Pada akhirnya, hari yang ditunggu-tunggu tiba dan saya dinyatakan lulus terpilih mengikuti pendidikan Bintara Polri," jelasnya.
Mengetahui sang anak berhasil lolos seleksi, ibunya pun menangis haru saat dihubungi. Kisahnya pun menjadi bukti bahwa, proses tidak akan mengkhianati hasil.
" Pesan buat semuanya, jangan pernah menyerah dengan keadaan. Tetap semangat karena rezeki itu tidak ada yang tahu," lanjut dia.
Berikut video kisah pemuda tak pantang menyerah mengubah jalan hidupnya:
View this post on Instagram
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam