Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Kisah Pilu Ibu Kehilangan Bayi Di Bulan Ramadhan
Dream - Ibu mana yang tidak sedih ketika harus melepas buah hati untuk selama-lamanya di bulan Ramadan ini.
Terlebih lagi, dia ternyata sudah menyiapkan baju Lebaran untuk bayinya yang mungil itu.
Wanita Malaysia Nurul Shafina Mazani menceritakan kisah pilunya saat putrinya Afeeya Mikayla meninggal pada 13 April 2022 lalu.
Bercerita lebih lanjut, wanita berusia 26 tahun itu mengatakan putri kecilnya meninggal dunia pada usia tiga bulan 12 hari.
Menurut wanita yang akrab disapa Fina itu, Afeeya meninggal dunia setelah menderita komplikasi usus sejak dilahirkan pada 1 Januari 2022.
Penyakit tersebut diketahui setelah beberapa hari Afeeya lahir dan tidak bisa buang air besar.
" Jadi dokter ambil sampel ususnya untuk pengujian laboratorium. Dokter bilang usus kecil dan usus besar dia tidak memiliki saraf sehingga tak bisa berfungsi," kenang Fina.
Karena kondisinya yang menyedihkan tersebut, Afeeya sejak lahir hingga berusia tiga bulan dirawat di rumah sakit.

Fina mengaku sangat terpukul setelah dokter memberitahu Afeeya tidak punya harapan hidup. Afeeya tidak akan mendapatkan perawatan lebih lanjut.
" Jadi dokter akan berhenti kasih obat dan perawatan. Sebelum bawa pulang pun, dokter sudah memberitahu apa yang nanti akan terjadi pada Afeeya," kata Fina.
Waktu itu, dokter juga mengatakan Afeeya hanya akan bertahan kurang dari tujuh hari. Tapi Alhamdulillah bayi kecil tersebut ternyata mampu bertahan selama tujuh hari.
" Selama di rumah, saya dan suami berikan dia susu dan air zam-zam. Tapi seberapa banyak yang kami beri, sebanyak itu juga yang keluar," terang wanita yang tinggal di Penaga, Pulau Pinang, ini.
Hingga akhirnya, genap tujuh hari Afeeya dibawa pulang ke rumah, bayi mungil itu menghembuskan nafas terakhirnya pada 13 April tepat pukul 12 malam.
" Sebelum dia pergi, setiap hari saya berdoa agar masalah kami dimudahkan, tak sanggup melihat dia terus tersiksa. Jadi saya ridho dia pergi selamanya," kata Fina sambil berlinang air mata.
Fina mengaku masih mencoba menyesuaikan diri dengan kehidupan baru selepas kepergian putri kesayangannya.
Tak mau berlarut-larut dalam duka, Fina hanya mengambil cuti selama tiga hari sebelum kembali bekerja untuk meredakan kesedihannya.
Menurut Fina, dia dan suaminya, Faisal, bahkan sudah membuat persiapan Lebaran dengan membeli pakaian baru buat putri mereka.
Sayangnya, putri kesayangannya itu harus meninggalkan mereka, dan Fina pun belum diberi kesempatan menjadi sosok ibu pada Lebaran tahun ini.

" Saya sebenarnya sudah beli baju Lebaran untuk dia. Tapi tak apalah, Allah lebih sayang dia. Saya dan suami juga belum beli baju juga, kami tidak punya semangat buat Lebaran tahun ini," pungkasnya.
Sumber: mStar
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan