Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pengantin Pria Gelar Pernikahan Sekaligus Pemakaman Istrinya. (Foto: Ryan Pag-asa Casidsid / Facebook)
Dream - Pasangan asal Filipina satu ini benar-benar membuat air mata meneteh. Bahagia campur sedih teraduk menjadi satu.
Sebelumnya, mereka memiliki banyak mimpi dalam hidup. Bahkan berencana menikah sebelum akhir tahun ini.
Tetapi Tuhan memiliki rencana lain untuk Ryan Pag-asa Casidsid dan Richielyn Jimenez. Ryan tidak mampu mengerti dengan perasaannya.
Hanya beberapa minggu sebelum tanggal pernikahan mereka, Ryan berlinang air mata. Calon istinya, Richielyn telah meninggal dunia.
Akhirnya, di hari pernikahannya, dia bertemu Richielyn yang sudah terbujur kaku di peti mati. Pernikahan tetap berlangsung, namun beberapa saat kemudian segera berganti dengan prosesi pemakaman.
Dalam sebuah postingan yang memilukan di Facebook, Ryan membagikan kisah cintanya dengan Richielyn.
Ryan menceritakan betapa jatuh cintanya dia dengan rekan kerjanya, Richielyn. Butuh waktu cukup lama bagi Ryan untuk mendapatkan cinta Richielyn.
Tak mau mengambil risiko karena masih satu perusahaan, Ryan pun berusaha merahasiakan cinta mereka.
Pada awal Januari 2019, Ryan melamar Richielyn. Lamaran yang sudah disiapkan cukup rumit itu diterima Richielyn.
Belakangan, mereka menerima kabar gembira ketika Richielyn hamil. Tetapi kebahagiaan mereka hanya bertahan sebentar.

Janin yang masih di dalam perut Richielyn meninggal pada Maret 2019. Mereka menamakan bayi malang itu Tony.
Tidak ingin berkubang dalam kesedihan, Richielyn kembali bekerja. Keduanya segera membuat rencana pernikahan.
Mereka sudah mendapatkan gaun dan sepatu yang akan dikenakan di hari pernikahan.

Mereka juga sudah menyiapkan busana untuk pagar ayu dan rombongan pengantin. Tidak itu saja, mereka juga sudah membayar tempat pernikahan, resepsi, dan kebutuhan pernikahan lainnya termasuk suvenir pernikahan juga sudah siap.
Pasangan bahagia ini bahkan sudah menyiapkan tanggal pernikahan yang rencananya digelar pada 21 Desember 2019.
Tapi manusia hanya bisa membuat rencana, Tuhan yang menentukan segalanya. Pada Oktober, Ryan memerhatikan bahwa perut Richielyn semakin besar.

Richielyn bukan hamil. Dia didiagnosis dengan asites, penumpukan cairan tidak wajar di dalam tubuh.
Para dokter telah mengambil tumpukan cairan dari paru-parunya. Dia dirawat selama 2 minggu di Rumah Sakit Metro Antipolo.
Hanya beberapa hari pulang, Richielyn harus masuk Rumah Sakit Padre Pio di San Mateo setelah dia mengeluh sakit kepala hebat.
Setelah beberapa tes, termasuk CT scan, dokter menemukan otaknya bengkak. Keluarga diberi tahu tentang beberapa kemungkinan penyebab, yang semuanya terdengar buruk.
Pihak RS Padre Pio menyarankan keluarga memindahkan Richielyn ke rumah sakit yang lebih besar karena mereka tidak memiliki fasilitas untuk merawatnya.
Di Capitol Medical Center, Richielyn didiagnosis menderita Meningitis TB. Keluarga diberitahu bahwa prognosisnya buruk, dengan peluang bertahan 30/70.
Meski bisa selamat, Richielyn tidak akan sama seperti dulu lagi. Richielyn menderita selama berminggu-minggu, sampai akhirnya koma.
Para dokter harus melakukan bedah untuk mengurangi cairan dan pembengkakan di otaknya.
Dia mencoba yang terbaik untuk bertahan. Tetapi tubuhnya tidak bisa mengatasi penyakit.
Richielyn akhirnya meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit.
Sebelum meninggal, Richielyn meminta Ryan untuk menguburnya di samping bayi mereka.
Pemakaman Richielyn menjadi 'pernikahan' yang paling menyedihkan bagi Ryan. Dia berjalan sambil menangis saat menuju altar di mana jenazah Richielyn disemayamkan.
Sumber: The Summit Express
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya