Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Pandemi Covid-19 yang menyerang seluruh negara di dunia tak kunjung mereda. Laporan kasus kematian tiap harinya semakin mengerikan. Tak hanya Indonesia, masalah serupa pun dihadapi oleh negara serumpun, Malaysia.
Di Penang, Malaysia, seorang pria dan bayinya yang baru lahir beberapa hari lalu harus berduka karena kehilangan istri dan ibunya akibat virus Corona.
Moh. Aiman Syakir, 26 tahun, membagikan kisah pilunya saat sang istri, Izzati Najah Amran (26 tahun) meninggal dunia saat dirawat di ICU Rumah Sakit (RS) Pulau Pinang. Diketahui Izzati terinfeksi Covid-19 saat sedang hamil.
Dilansir dari World of Buzz, Jumat 13 Agustus 2021, pasangan itu melakukan pengecekan tes usap atau swab tes di rumah sakit pada 4 Agustus 2021. Kala itu, Aiman terindikasi positif Covid-19 sedangkan istrinya negatif.
Kemudian pada 5 Agustus 2021, sang istri mengalami kontraksi. Sebagai bagian dari SOP, Izzati harus diskrining Covid-19 kembali sebelum ditempatkan di ruang perawatan.
Setelah dilakukan pengecekkan ulang, Izzati ternyata positif Covid-19 dan harus melakukan operasi sesar untuk menyelamatkan sang bayi.
Lewat operasi cesar, bayi perempuan berbobot 3,02 kg lahir dengan selamat pada Sabtu, 7 Agustus 2021 pagi. Namun karena Covid-19 yang bersarang di utubuhnya, sang istri tidak diperbolehkan melakukan kontak dengan sang bayi.
Sang istri kemudian harus ditidurkan lantaran kadar oksigennya yang turun hingga 30 persen. Malang tak bisa dicegah, Izzati menghembuskan napas terakhirnya pada 9 Agustus 2021.
Aiman yang diketahui bekerja sebagai buruh pabrik mengatakan, sang bayi saat ini masih berada di rumah sakit dan akan dirawat oleh mertuanya. Tindakan ini terpaksa dilakukan karena Aiman masih menjalani isolasi mandiri.

Membahas rasa sakit, Aiman memberikan pesan bagi masyarakat di luar sana.
“ Saya putus asa karena saya telah kehilangan istri saya. Kami baru menikah selama lebih dari setahun dan baru saja mendapatkan anak pertama kami. Saya harus menerima ini dan berusaha kuat untuk merawat anak kami meskipun anak kami tidak memiliki kesempatan untuk menerima cinta dari ibunya,” tutur Aiman.
Almarhum diketahui dimakamkan di Pendang, Kedah, Malaysia, dengan protokol kesehetan ketat.
Sumber: World of Buzz
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam