Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
© MEN
Dream - Ada berbagai kisah sahabat nabi yang bisa dijadikan pembelajaran dan hikmah bagi umat Rasulullah Muhammad SAW. Kisah perjuangan dan kebaikan yang dilakukan memberikan teladan bagi kita untuk semakin meningkatkan iman dan takwa.
Kali ini, sebuah kisah datang dari salah seorang sahabat Nabi bernama Abu Thalhah. Selama hidupnya, Abu Thalhah merupakan sosok yang rajin puasa dan berjihad. Ia pun wafat saat menjalani ibadah puasa dan dalam kondisi tengah berjihad di jalan Allah SWT.
Dalam buku kisah Agung Sahabat Sahabat Mulia Nabi, Dr Abdurrahman Ra'fat Al Basya menulis bahwa Abu Thalhah hidup cukup lama. Bahkan ia masih hidup setelah 30 tahun Rasulullah meninggal dunia. Meski telah berusia lanjut, Abu Thalhah tidak lalai untuk berjihad di jalan Allah. Ia pun tetap rajin berpuasa kecuali di hari-hari yang diharamkan berpuasa.

Dalam sebuah kisah, Abu Thalhah seperti biasa mengikuti jihad untuk membela agama Allah. Saat itu, pasukan muslimin berniat untuk berperang di lautan pada masa Khalifah Usman bin Affan. Abu Thalhah pun bersiap-siap untuk berangkat bersama pasukan muslim.
Melihat usianya yang sudah tua, anak-anaknya pun berkata pada Abu Thalhah, " Semoga Allah merahmatimu wahai ayah kami. Kau sekarang sudah tua sekali. Kau sudah berjuang bersama Rasulullah, Abu Bakar, Umar, kenapa kau sekarang tidak istirahat saja dan biarkan kami yang berjihad."
Abu Thalhah pun menjawab, " Allah SWT berfirman berangkatlah dalam keadaan ringan maupun berat (QS: At-taubah 41). Allah sudah menyuruh kita semua untuk berangkat baik tua ataupun muda dan dia tidak pernah memberikan batasan umur. Dan Abu thalhah pun keluar untuk berangkat berjihad.
Saat berada di atas kapal di tengah lautan bersama pasukan muslimin, Abu Thalhah pun kemudian jatuh sakit dan wafat. Para pasukan muslim pun mencoba mencari pulau untuk menguburkan jasadnya. Selama 7 hari lamanya, mereka pun tidak menemukan sebuah pulau di sekitar tempat mereka berlayar.
Selama waktu itu, jasad Abu Thalhah ditutupi dengan kain dan tidak berubah sedikitpun. Abu Thalhah tampak seperti orang yang tertidur. MasyaAllah. Begitulah kisah perjuangan Abu Thalhah dalam mengimani kebenaran dari Allah SWT. Amalan puasanya mengantarkan ia pada kemudahan saat menemui Allah SWT.
Wallahu a'lam
Sumber Liputan6
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya