Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sumber Foto: Liputan6.com
Dream - RS alias Romi Cabe sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan istrinya di rumah mereka, Kelurahan Tanjung Jaya, Kota Bengkulu. Dia juga membedah perut dan mengeluarkan bayi yang berada dalam kandungan sang istri.
Bayi berjenis kelamin laki-laki itu selamat dan dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Bengkulu. Kini, bayi tersebut dirawat di inkubator. Selanjutnya, si jabang bayi bakal diasuh oleh A, yang merupakan bibi istri RS.
" Kami akan rawat cucu kami, saya kakak dari ibunya," ujar dia dikutip dari laman Liputan6.com, Sabtu 23 Februari 2019.
A mencertikana, korban merupakan pribadi yang periang. Sangat jarang keluarga mendengar keluh-kesahnya dalam mengarungi bahtera rumah tangga yang telah memasuki usia tiga tahun ini.
Pihak keluarga mengaku terpukul dengan kabar meninggalnya korban, terlebih ia harus pergi dengan cara mengenaskan.
" Kami sangat kehilangan, cucu laki-laki yang membuat kami tegar," kata A.
Dream - Romi Sepriawan tega membunuh istrinya, ES, yang sedang hamil tua. Romi membunuh ES lantaran masalah sepele, yakni tak diberikan kode handphone.
Dikutip dari laman harianrakyatbengkulu.com, pria berumur 30 tahun asal itu menceritakan langsung latar belakang penyebab dirinya sampai membunuh sang istri.
Ia mengaku ada yang mempengaruhi dan mengendalikan dirinya saat emosi memuncak.
" Kami sejak 4 bulan terakhir memang sering ribut, dia (korban) setiap saya ngomel tidak pernah peduli. Langsung masuk kamar. Itu yang bikin saya emosi," ujar tersangka.
Romi membunuh ES dan mengeluarkan bayi dalam kandungan istrinya itu pada Kamis 21 Februari 2019. Peristiwa berdarah itu terjadi di rumah mereka, Jalan Irian, Kelurahan Tanjung Jaya, Kecamatan Sungai Serut, Kota Bengkulu.
Awalnya pasangan suami-istri itu cekcok mulut karena Romi mencurigai ES berselingkuh. Ia pun tak menapik kalau perlakuan bejatnya dikarenakan masalah handphone.
" Jadi HP dia itu pakai kode. Saya bilang kenapa HP nya bunyi terus. Dan kenapa harus pakai kode," kata Romi.
" Dia jawab tidak ada apa-apa. Kadang setiap saya tanya jawabannya selalu memancing emosi," tambah dia.
Meski demikian, Romi mengaku bersalah karena telah merenggut nyawa istri yang tengah mengandung anaknya itu.
" Entah cakmano, payahlah menjelaskannya, seperti ada yang mempengaruhi dan mengendalikan," ujar Romi.
Dia juga menceritakan bahwa dirinya membelah perut sang istri semata-mata untuk menyelamatkan anaknya (bayi).
Romi baru menyadari ES sedang mengandung anaknya setelah melakukan pembunuhan itu. Saat itu pun, sang istri masih sempat mengingatkan dengan memberikan kode.
Kapolres Bengkulu, AKBP. Prianggodo Heru Kun Prasetyo, menggelar konfrensi pers terkait kasus pembunuha itu. Dia mengatakan, setelah membunuh ES, Romi membedah perut istinya itu.
“ Kemudian tersangka memotong tali pusarnya dan menggendong bayi memindahkannya ke ruangan lain dekat jendela. Untuk tersangka ini akan kita periksakan juga kejiwaannya,” terang Heru.
Jasad ES saat ini sudah dimakamkan di TPU kelurahan Sawah Lebar Ujung oleh orangtuanya yang tinggal di Jalan Meranti 1 RT 9 RW 2 Kelurahan Sawah Lebar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya