Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Seorang Muslimah Di Pusat Perbelanjaan Dubai (foto Ilustrasi)
Dream - Tidak ada aturan resmi tentang pakaian yang harus dikenakan saat makan malam di kota Dubai. Itu menyusul komplain dari dua warganya yang ditolak masuk tenda buka bersama karena dianggap berpakaian tidak pantas.
Jika memang aturan pakaian ditegakkan oleh salah satu institusi, maka itu juga harus ditaati secara keseluruhan, tambah pejabat itu.
Aturan soal pakaian telah membuat bingung warga yang ditolak masuk oleh staf hotel. Para warga itu diberitahu bahwa menurut aturan pemerintah kota Dubai, mereka berpakaian tidak sopan saat memasuki tenda yang disiapkan untuk buka dan sahur gratis.
Salah satu warga, Mohammad mengatakan dia dan sepupunya datang ke tenda di halaman hotel Royal Mirage. Namun mereka dilarang masuk karena dianggap melanggar ketentuan pemerintah kota Dubai.
Mohammad heran karena dia sudah sering ke tenda-tenda seperti ini di tempat lain dan tidak pernah ditolak. Selain itu, dia juga melihat seorang wanita memakai rok pendek bisa masuk sementara yang laki-laki ditolak.
Saat dihubungi situs berita Gulf News, manajer hotel mengatakan bahwa staf mereka salah informasi. Dan menambahkan, kebijakan tentang pakaian itu dari pihaknya sendiri, bukan pejabat pemerintah.
Laki-laki memakai celana pendek dan wanita terbuka bahunya tidak akan ditangkap di Dubai. Namun mereka disarankan untuk menghormati budaya dan agama mayoritas penduduk Uni Emirat Arab, kata seorang pejabat pemerintah. Selain itu, selama bulan Ramadan, berpakaian sopan dan pantas lebih dihargai.
Sementara di negara lain di Uni Emirat Arab, warganya diwajibkan menutup lutut dan bahu.
Dalam aturannya, Dinas Pariwisata dan Perdagangan Pemasaran Dubai (DTCM) menyatakan, untuk menghindari potensi kesalahpahaman sebaiknya dituliskan jelas aturan dalam bahasa Arab dan Inggris. Terutama saat masuk ke outlet, hotel, klub olahraga dan rekreasi, restoran dan resor. Pihak pengelola juga harus menunjukkan aturan berpakaian dengan jelas.
Aturan yang jelas dari DTCM adalah pakaian renang tidak akan dipakai di luar pantai dan ketelanjangan dilarang. Bagi yang melanggar dapat dikenakan pidana penjara atau deportasi.
Kode Etik Dubai yang dikeluarkan Badan Eksekutif Dubai menyatakan Dubai selalu mendorong warganya untuk berperilaku rendah hati dan sopan.
Oleh karena itu, dalam setiap bagian dari kehidupan, apakah itu cara berpakaian, cara mereka berbicara atau perilaku umum lainnya di depan umum, harga diri sangat penting. Pakaian tidak menonjolkan atau mempertontonkan bagian tubuh, transparan atau menampilkan gambar cabul dan slogan yang menyinggung. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya