Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Banjir Bandang Di Kota Batu (Foto: Liputan6.com/BPBD Kota Batu)
Dream - Yuli, warga Kota Batu, Jawa Timur diberi kesempatan hidup kedua setelah ajal hampir menjemputnya dalam bencana banjir bandang Kamis, 4 November 2021 lalu. Yuli adalah salah satu korban selamat dari musibah alam yang merenggut korban belasan orang itu.
Warga RT3/RW3, Sambung Lor, Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur itu menceritakan detik-detik perjuangan antara hidup dan mati yang dilaluinya saat terseret arus deras banjir tersebut.
Dalam keterangan tertulis PPPA Daraul Quran yang diterima Dream.co.id, ibu Yuli menceritakan kejadian mengerikan yang menimpanya beberapa hari lalu.
Kisah bermula saat ibu Yuli berjanji dengan kakaknya untuk membuat kue pastel sehabis mengaji. Namun sampai waktu yang ditentukan sang kakak tak kunjung muncul.
" Saya janjian sama kakak itu, persiapan bikin isi pastel, potong wortel, habis sekolah, ya pulangnya Dzuhur," ungkap bu Yuli.
Ketika sedang memotong wortel sebagai bahan kue pastel, Lanjut Yuli, mendadak air banjir bandang datang dan langsung menghanyutkan alat masaknya.
Nahasnya, Yuli yang sedang memotong wortel ikut terseret arus banjir tersebut.
Detik-detik menegangkan terjadi saat Yuli terombang-ambing oleh derasnya air banjir. Tubuhnya terseret arus hingga berjarak 100 meter dari rumah.
Dalam kondisi tak berdaya tersebut, air bandang menyeretnya hingga ke kawasan perladangan. Di tempat itulah tekad untuk hidup Yuli kembali memuncak.
" Saya berusaha naik sekuat tenaga, saya harus bisa naik, sambil noleh ke belakang apakah airnya masih di belakang saya," jelas Yuli.
Di tengah perjuangan antara hidup dan mati tersebut, Yuli tak lepas selalu memanjaykan kalimat takbir dan istigfar.
" Sampai di situ (menunjuk pekarangan rumah seseorang) saya diangkat," imbuhnya.

Beberapa detik kemudian Yuli akhirnya berhasil selamat dari gulungan air banjir bandang yang membuat tubuhnya tak berdaya.
Perjuangannya untuk selamat dari musibah tersebut dianggap Yuli sebagai salah satu bukti Yang Maha Kuasa telah memberinya kesempatan untuk menjalani `kehidupan kedua`.
" Mukjizat Allah, saya dikasih kehidupan kedua," ucapnya penuh syukur.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya