Kemenag jadi Kementerian Pertama Adopsi Gerakan Perempuan Anti Korupsi

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Jumat, 23 November 2018 15:00
Kemenag jadi Kementerian Pertama Adopsi Gerakan Perempuan Anti Korupsi
Lukman menyebut, manusia pada dasarnya butuh iming-iming.

Dream - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengapresiasi langkah Kementerian Agama yang mengadopsi gerakan Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK). Kementerian di bawah komando Lukman Hakim Syaifuddin ini bahkan menjadi kementerian pertama yang menggaungkan gerakan tersebut.

bersyukur program ini dapat diadopsi oleh Kementerian Agama. Menurutnya, lembaga yang dipimpin Lukman Hakim Saifuddin ini merupakan kementerian pertama yang mengadopsi program SPAK.

" Memang Kementerian Agama mengadopsi pertama sekali menggerakan Saya Perempuan Anti Korupsi," kata Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan dalam seminar evaluasi pelaksanaan rogram pencegahan korupsi dengan tajuk " Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK), di Hotel Savero Depok, Jawa Barat, Jumat, 23 November 2018.

 Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan

Basaria berharap, gerakan ini akan mendorong para perempuan dan istri pegawai Kemenag dapat menerapkan nilai-nilai antikorupsi, utamanya kejujuran.

" Harapannya kementerian ini menjadi contoh untuk kementerian lain, tidak hanya di Kemenag saja dan semoga hasilnya lebih baik," ucap dia.

1 dari 1 halaman

Manusia Butuh Iming-iming

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, gerakan ini sudah ada sejak 2016.

" Gerakan itu (SPAK) menuntut tumbuhnya kesadaran, jadi orang mau melakukan sebuah tindakan, perkataan, perilaku, perbuatan atau sikap tentu ada motif yang melandasi kenapa dia melakukan itu," ujar Lukman.

Lukman berujar, dalam memaknai suatu aturan, manusia biasanya ada tiga yang menjadi stimulus untuk mengikutinya. Pertama, itu harus ada iming-iming.

" Kalau saya gak melakukan korupsi maka saya akan naik pangkat atau setidaknya baik di mata masyarakat," ucap dia.

 Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin

Selanjutnya ada juga hukuman, jika melakukan korupsi maka ada hukuman yang akan diterima oleh orang yang melakukannya. Ketiga, yakni kesadaran atau cinta.

Lukman menyebut, orang yang sudah sadar atau cinta dengan perbuatan baik, orang itu akan melakukannya dengan ikhlas tanpa harus ada iming-iming apapun.

Lukman menganalogikan tindakan itu dengan aturan yang dibuat oleh Allah SWT. Dia menyebut, Allah membuat aturan dengan memberikan iming-iming surga dan hukuman neraka.

" Mengapa Tuhan melakukan seperti itu? karena Tuhan tahu persis hamba-hambanya melakukan sesuatu harus ada iming-iming," kata dia.(Sah)

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone