Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Labirin Misterius Ditemukan Di Bawah Gereja
Dream - Para arkeolog yang bekerja di situs Mitla yang terletak di Meksiko Selatan membuat penemuan sejarah yang mencengangkan.
Mereka menemukan labirin rahasia di bawah bangunan gereja Katolik. Labirin yang tersembunyi di bawah gereja ini seolah 'pintu masuk' ke dunia lain.
Menurut penelitian, labirin tersebut merupakan bagian dari bangunan kuno yang didirikan bangsa Zapotec lebih dari 1.000 tahun yang lalu.
Bangunan kuno tersebut digunakan sebagai kuil dan dikenal sebagai Lyobaa atau 'tempat peristirahatan'.
Selain labirin, para arkeolog juga menemukan makam yang menjadi bagian dari jaringan bawah tanah tersebut.
Makam-makam tersebut ditemukan pada kedalaman 5 sampai 8 meter di bawah permukaan tanah.
Untuk menemukan struktur bawah tanah dan mengungkap rahasia yang tersembunyi di dalamnya, para arkeolog menggunakan tiga metode pemindaian.

Ketiga metode pemindaian tersebut adalah radar penembus tanah untuk mengukur pantulan gelombang elektromagnetik dan tomografi resistivitas listrik untuk mengukur arus listrik.
Selain itu para arkeolog juga menggunakan metode pemindaian tomografi kebisingan seismik untuk mengukur gelombang seismik.
Dengan menggabungkan data dari teknik-teknik ini, tim arkeolog berhasil membuat peta yang menggambarkan kondisi di bawah tanah secara komprehensif.
Saat ini, ada gereja berdiri di situs tersebut yang dibangun para misionaris yang datang di area tersebut.

Setelah diteliti ternyata altar di gereja itu menyembunyikan pintu masuk ke labirin bawah tanah yang sekarang telah dipetakan.
Pintu masuk ke Lyobaa tersebut telah didokumentasikan para misionaris sebelum mereka menutupnya dengan membuatkan altar pada pintu masuknya.
Catatan-catatan dari tahun 1674 oleh pastor Dominika Francisco de Burgoa menggambarkan sebuah kuil bawah tanah di tempat itu.
Dari catatan tersebut terungkap ada empat ruang yang luas dan saling berhubungan, serta beberapa gua dan lorong-lorong jauh di bawah tanah.
Lyobaa diperkirakan digunakan sebagai tempat melakukan ritual sampai akhir abad ke-15 sebelum bangsa Spanyol mengusir suku Aztec dari wilayah tersebut.
Labirin kemudian menjadi misteri selama ratusan tahun sebelum akhirnya terungkap berkat teknik pencitraan 3D terbaru.
Penelitian Lyobaa ini bukan hanya soal menemukan monumen-monumen kuno, tapi juga tentang risiko seismik dan geologis terhadapnya.
Dengan begitu, para peneliti bisa memastikan kelestarian monumen-monumen kuno agar bisa terus dipelajari oleh generasi mendatang.
Sumber: Science Alert
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam