Lapas Kelas I Tangerang yang Kebakaran Ternyata Tak Punya Fasilitas Hidran

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 8 September 2021 11:59
Lapas Kelas I Tangerang yang Kebakaran Ternyata Tak Punya Fasilitas Hidran
Kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang berlangsung mulai pukul 01.45 WIB dan baru bisa dipadamkan pukul 03.00 WIB.

Dream - Kakanwil Kemenkum HAM Banten, Agus Toyib, mengatakan Lapas Kelas I Tangerang tidak memiliki fasilitas hidran. Hanya mengandalkan alat pemadam kebakaran yang tersedia, Agus mengakui petugas kesulitan memadamkan kebakaran yang terjadi.

" Kalau hidran enggak ada, tapi alat pemadam kita ada," ujar Agus.

Menurut Agus setiap blok dari Lapas sudah memiliki alat pemadam kebakaran. Namun api yang menyala terlalu besar tak sanggup dipadamkan dengan alat tersebut.

" Untuk memadamkan api yang membesar ini tidak mampu dengan alat kebakaran yang tersedia," kata dia.

Dia menyatakan kejadian kebakaran yang menewaskan puluhan Napi ini akan menjadi bahan evaluasi instansinya ke depan. Diharapkan dengan peristiwa ini pihaknya akan bisa melakukan upaya-upya antisipasi yang lebih baik.

" Memang mungkin ada upaya-upaya antisipasi, ke depannya penyediaan hidran yang lengkap dan ini menjadi bahan evaluasi didiskusikan dengan Pak Wali Kota Tangerang juga hadir dengan Bapak Dirjen Pas juga hadir untuk upaya antisipasi ke depan," kata dia.(Sah)

1 dari 6 halaman

Sipir Terbatas

Selain itu, Agus mengakui jumlah sipir yang berjaga juga terbatas. Hal itu menjadi salah satu kendala dalam proses evakuasi warga binaan.

" Mungkin kondisinya, petugas juga sangat terbatas sehingga beberapa warga binaan belum sempat pintunya terbuka pada saat itu," kata Agus.

Sebanyak 41 narapidana tewas dalam kebakaran yang melanda Lapas Tangerang pada Rabu dini hari tadi. Para korban meninggal ketika berada di dalam sel, dikutip dari Merdeka.com.

2 dari 6 halaman

Fakta Seputar Kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang, 41 Napi Tewas

Dream - Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Tangerang, Banten, mengalami kebakaran pada Rabu pagi, 8 September 2021. Api mulai melalap bangunan Lapas pada pukul 01.45 dini hari.

Kebakaran ini menimbulkan korban jiwa. Puluhan narapidana dilaporkan meninggal dunia akibat kebakaran.

" 41 meninggal, delapan luka-luka," ujar Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran.

Menurut Fadil, sebagian narapidana meninggal saat di dalam sel. Sementara korban yang mengalami luka sudah didatangani rumah sakit Lapas.

 

3 dari 6 halaman

Api Melalap Blok C

Fadil menjelaskan lokasi kebakaran berada di Blok C. Blok itu dihuni narapidana dengan berbagai latar belakang kasus seperti pencurian, narkoba, dan pidana umum lainnya.

" Yang terbakar ini Blok C, ada paviliun," kata dia.

Menurut Fadil, terdapat tujuh blok dalam Lapas Tangerang. Rinciannya, Blok A, B, dan C di sisi kiri dan sisanya di sisi kanan.

" Ada 9 kamar, itu letaknya masing-masing cukup berjauhan.

Dari informasi yang diterima Fadil, Blok dihuni lebih dari 100-150 narapidana.

 

4 dari 6 halaman

1 Korban Tewas Napi Terorisme Poso

Kakanwil Kemenkum HAM Banten, Agus Toyib, mengatakan dari 41 korban tewas, salah satunya adalah napi terorisme. Napi tersebut terlibat tindak pidana terorisme di Poso.

" 1 orang yang meninggal napi kasus terorisme, kasus di Poso," kata Agus.

Agus mengatakan di Blok C terbagi dalam tiga paviliun. Tetapi, yang terbakar hanya C2 dengan posisi di tengah blok.

Ketika kebakaran terjadi, petugas Lapas sudah membuka pintu. Tetapi, 41 napi tidak berhasil keluar akibat berebut dengan napi lain yang berusaha menyelamatkan diri keluar tahanan.

 

5 dari 6 halaman

Proses pemadaman

Sementara Fadil menjelaskan mengenai proses pemadaman api. Menurut dia, api bisa dipadamkan pada pukul 03.00 dini hari.

" Kemungkinan besar kebakaran ini hampir berlangsung selama dua jam lebih," kata dia.

Usai pemadaman, upaya selanjutnya yaitu mengevakuasi korban yang selamat. Setelah itu, dilakukan olah TKP.

" Pada saat evakuasi pertolongan korban, ditemukan ada yang meninggal dunia dan ada yang luka," kata dia.

Dari catatan yang dia terima, 41 korban meninggal dunia, 8 luka-luka, dan 72 luka ringan.

" Luka ringan dirawat di Poliklinik Lapas Tangerang," kata dia.

6 dari 6 halaman

Diduga Akibat Korsleting Listrik

Fadil mengungkapkan dari hasil TKP, diduga kebakaran dipicu arus pendek atau korsleting listrik. Terdapat jejak arus pendek ditemukan pada lokasi kejadian.

" Tadi saya melihat memang ada, jejak arus pendek listrik dari titik yang diduga sebagai lokasi awal kebakaran," kata Fadil.

Selanjutnya, Fadil mengatakan proses olah TKP masih berjalan. Tim Puslabfori dan Krimum Polda Metro Jaya terus mencari kepastian penyebab kebakaran.

" Kepastian sebab dan sumber api kebakaran nantinya tim yang akan berikan petunjuk lah," kata Fadil, dikutip dari Merdeka.com

Beri Komentar