Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream – Sudah banyak kejadian memalukan yang terekam tanpa sengaja ketika seseorang mengikuti video conference melalui berbagai platform. Selama masa pandemik Covid-19, rapat atau sekadar ngobrol bersama teman memang lebih banyak dilakukan lewat dunia maya. Termasuk oleh para pejabat.
Namun untuk golongan terakhir ini hendaknya berhati-hati dengan penggunaan platform video conference ini. Tindakan dan segala perbuatannya akan menjadi sorotan dan contoh bagi khalayak umum. Apalagi jika sampai mereka melakukan kesalahan fatal dan tayang di dunia maya.
Kejadian memalukan inilah yang dialami seorang pejabat asal Filipina saat menggunakan aplikasi zoom. Tindakannya membuat banyak orang kecewa dan mengecam aksinya.
Kejadian bermula pada 26 Agustus lalu, saat para dewan desa Fatima Dos, kota Cavity, Filipina sedang melakukan rapat online melalui aplikasi video Zoom. Entah apa yang dipikirkan oleh Jesus Estil, di tengah-tengah rapat dan kondisi kamera yang masih menyala, ia beranjak dari duduknya dan menemui sang sekretaris yang berada di sisi sofa ruang kerja.
Kedua pasangan tersebut tanpa ragu melakukan tindakan asusila dengan kondisi kamera menyala dan rapat masih berlangsung.
Kaget melihat tindakan tak terpuji yang dilakukan Estil, salah satu rekannya memutuskan merekam perbuatan tak senonoh Estil bersama sekretarinya itu. Video itu beredar luas di Filipina dan mendapat kecaman dari warga desa.
Warga desa langsung mengajukan petisi untuk segera menghentikan jabatan Estil karena pelanggaran berat yang telah dilakukannya.
“ Kami akan melakukan segalanya untuk menghukumnya,” jelas salah satu perwakilan warga.
Baik Estil maupun sang sekretaris sudah sama-sama meminta maaf atas perbuatan khilaf yang diperbuatnya. Namun hukum masih tetap berlaku.

Departemen Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah Filipina telah mengkonfirmasi Estil akan diberhentikan dari jabatannya secepat mungkin.
" Ini bukan kesalahan sederhana, tetapi kesalahan yang amat sangat fatal,” ujar Kepala Pengaduan, Richard Geronimo.
Sang wanita yang diketahui sebagai sekretarisnya adalah pekerja yang bertanggung jawab untuk kantor pemerintah daerah setempat.
Kejadian memalukan seorang pejabat pemerintahan juga pernah terjadi di Meksiko pada Juni lalu. Saat itu seorang senator anggota partai asal Mesiko, Martha Lucia Micher terekam mengganti pakaiannya di tengah-tengah rapat membahas pandemic Corona Covid-19 di negaranya.
Dirinya tiba-tiba saja berganti pakaian dan tak menyadari bahwa kamera masih menyala di depannya. Otomatis rekaman tersebut beredar di media sosial dan memicu reaksi negative dari masyarakat. Martha pun langsung meminta maaf dan mengakui kesalahan yang ia perbuat.
" Saya merasa malu telah mempertontonkan hal yang tidak patut secara tak sengaja. Padahal saya adalah professional dan selalu memperjuangkan hak-hak wanita, ”ujarnya.
(Sah, Sumber Daily Star)
Dream - Seorang senator dari Meksiko menyampaikan permintaan maaf setelah tak sengaja melepas baju saat mengikuti rapat virtual. Kekhilafan itu terjadi dan menjadi perhatian peserta rapat yang dihadiri para senator.
Senator bernama Martha Lucia Micher itu tidak menyadari kamera komputernya masih menyala ketika dia berganti pakaian selama menggelar rapat virtual pada minggu lalu.
Wanita berusia 66 tahun itu mengira rapat telah usai sehingga dia memutuskan segera berganti pakaian atasnya. Rupanya dia keliru. Kameranya masih menyala.
Rapat virtual itu digelar oleh anggota partai National Regeneration Movement, Bank of Mexico dan jurnalis untuk membahas dampak pandemi virus corona.

Namun, seorang peserta yang tidak dikenal membocorkan cuplikan layar insiden yang dialami Micher. Gambar tersebut kemudian disebar di media sosial dan menjadi viral.
Atas insiden memalukan yang tidak disengaja itu, Micher mengungkapkan permintaan maaf secara terbuka.
" Kemarin sebuah insiden yang tidak menguntungkan terjadi selama pertemuan virtual dengan sesama senator tentang situasi ekonomi saat ini di Meksiko, dan strategi untuk menghadapi 'new normal' selama beberapa bulan mendatang," kata Micher mengawali permintaan maafnya.
" Dalam satu bagian sesi, secara tidak sadar ketika kamera komputer masih aktif, saya ganti baju sehingga menunjukkan bagian tubuh atas saya.
" Berkat pemberitahuan dari senator Alejandro Armenta Mier dan Ovidio Peralta Suarez, saya menyadari kesalahan saya," tambah Micher.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya