Majelis Agama Islam Singapura Terbitkan Panduan Penggunaan Hijab untuk Perawat

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 29 Oktober 2021 16:00
Majelis Agama Islam Singapura Terbitkan Panduan Penggunaan Hijab untuk Perawat
Pedoman ini menjadi rujukan bagi wanita muslim yang bekerja sebagai perawat untuk

Dream - Pemerintah Singapura yang dikenal sekuler baru saja mengeluarkan aturan terkait hijab pada akhir Agustus lalu. Dalam aturan yang diumumkan sendiri oleh Perdana Menteri Lee Hsien Loong, kini perawat wanita Muslimah dibolehkan mengenakan hijab saat bekerja.

Setelah aturan tersebut dikeluarkan, Majelis Ugama Islam Singapura menerbitkan panduan penggunaan hijab bagi perawat. Panduan tersebut mengatur beberapa ketentuan terkait penggunakan hijab.

Dalam panduan tersebut, MUIS tidak menetapkan secara spesifik panjang atau desain hijab yang boleh dipakai perawat. Tetapi, mereka membolehkan perawat berhijab mengikuti ketentuan rumah sakit dengan mengenakan seragam lengan pendek.

Seperti dokter, perawat harus mengenakan pakaian lengan pendek. Ketentuan ini ditetapkan mempertimbangkan risiko infeksi dan kebutuhan untuk memastikan keselamatan staf layanan kesehatan dan pasien.

Biasanya, wanita Muslim Singapura yang mengenakan hijab menutupi lengan mereka mulai dari pergelangan tangan ke atas. " Tetapi, melindungi orang dari bahaya ditekankan dalam ajaran Islam," kata Muis.

1 dari 5 halaman

Berlaku Mulai 1 November

Panduan ini diterbitkan sebelum perawat Muslim diizinkan mengenakan hijab mulai 1 November. Ketentuan ini juga bersifat pilihan, bukan keharusan.

Perdana Menteri Lee Hsien Loong telah mengumumkan perubahan kebijakan ini dalam pidatonya di Hari Nasional pada 29 Agustus. Kebijakan tersebut diberlakukan setelah konsultasi dan pembangunan konsensus di antara komunitas selama bertahun-tahun lamanya.

Menteri Urusan Islam Singapura, Masagos Zulkifli mengatakan di parlemen, seragam pegawai negeri adalah " tanda yang terlihat bahwa pelayanan diberikan secara setara tanpa memandang ras atau agama."

Pada kebijakan seragam untuk dinas lainnya, seperti polisi dan angkatan bersenjata, tidak mengalami perubahan. Lee mengatakan dua bidang ini adalah alat negara yang tidak boleh condong pada satu agama tertentu.

MUIS pada hari Selasa mengatakan setelah pengumuman Lee, pihaknya menerima permintaan bimbingan tentang secara spesifik kewajiban agama untuk mengenakan tudung.

 

2 dari 5 halaman

Memberi Kebebasan Wanita Muslim

Dewan mengatakan telah berkonsultasi dan melibatkan berbagai kelompok di sektor kesehatan, pejabat publik, pemimpin masjid dan guru agama Islam pada Oktober sebelum mengembangkan fatwa.

Disebutkan pedoman berbasis prinsip " dirancang untuk memberdayakan umat Islam, bukan hanya mengeluarkan aturan umum."

" Ini bertujuan untuk membimbing wanita Muslim untuk secara hati-hati mempertimbangkan situasi mereka dan memberdayakan mereka dengan prinsip-prinsip dan nilai-nilai Islam yang akan memungkinkan mereka membuat pilihan yang seimbang dan tepat untuk diri mereka sendiri," kata MUIS

Memperhatikan perempuan memainkan peran penting dalam masyarakat dan tenaga kerja, MUIS menyatakan pedoman tersebut " menempatkan masalah pemakaian hijab di tempat kerja dalam konteks yang lebih besar dalam menjalankan ajaran Islam dalam lingkungan sosial-keagamaan yang unik, dan tunduk pada kebijakan kerja dan seragam yang berlaku."

MUIS juga menekankan pentingnya memastikan bahwa wanita Muslim yang bisa mengenakan tudung jika kebijakan seragam mengizinkan harus melakukannya atas kemauan mereka sendiri dan tanpa paksaan apapun.

 

3 dari 5 halaman

Didorong Tercipta Kohesi Sosial

Bimbingan tersebut juga menekankan pentingnya kohesi sosial, dan dewan mengatakan bahwa fatwa tersebut menyerukan penguatan hubungan antara komunitas yang berbeda. Hal ini agar penampilan dan simbol keagamaan tidak menghambat upaya penguatan kerukunan sosial di Singapura.

Dewan tersebut mengatakan bahwa staf kesehatan yang terlibat dengannya memahami perlunya mematuhi kebijakan " telanjang di bawah siku" .

“ Ada juga yang berterima kasih karena fatwa itu tidak memaksa petugas kesehatan untuk sekarang mengenakan tudung, karena ada yang memilih untuk tetap tidak memakainya karena berbagai alasan," kata MUIS.

" Yang lain menyatakan harapan mereka bahwa fatwa ini akan mendorong lebih banyak perempuan Muslim untuk bergabung dengan industri kesehatan, termasuk lulusan madrasah," demikian pernyataan MUIS, dikutip dari Straits Times.

4 dari 5 halaman

Perawat Muslimah di Singapura Boleh Berhijab Saat Kerja Mulai 1 November 2021

Dream - Sejumlah perawat Muslim wanita menyambut gembira keputusan terbaru Pemerintah Singapura yang mengizinkan mereka tetap menggunakan hijab saat bekerja. Keputusan ini membuka haraan baru untuk hijaber bekerja di negara kaya Asia Tenggara tersebut.

Keputusan ini diumumkan Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong saat pidato Perayaan Hari Nasional pada Minggu, 29 Agustus 2021. Keputusan yang menjadi kabar yang melegakan ini mulai berlaku pada November 2021.

" Saya sangat lega, sangat senang ketika mendengar berita itu. Sudah lama sekali kami tidak menanyakan hal ini. Ada rasa lega. Saya bahkan sampai menitikkan air mata, sedikit emosi," cerita seorang perawat yang hanya ingin dikenal sebagai Wati.

Wanita Melayu-Muslim berusia 36 tahun ini telah menjadi perawat di Singapore General Hospital selama 16 tahun. Dia mengaku sempat kehilangan harapan melanjutkan pekerjaannya karena adnaya larangan mengenakan hijab di tempat kerja.

Selama ini Wati selalu memakai hijab ketika dalam perjalanan ke tempat kerja. Namun adanya aturan larangan hijab memaksanya melepas salah satu item fashion penutup auratnya ketika di tempat kerja, lalu memakainya lagi ketika pulang.

" Ada alasan mengapa hijab begitu penting bagi umat Islam. Memakai hijab adalah bagian dari perjalanan spiritual menuju Tuhan," kata Wati.

5 dari 5 halaman

Kabar Melegakan Buat Perawat Muslimah

Dia mengatakan saat bekerja sebagai perawat, sudah menjadi tugasnya untuk menyembuhkan orang lain. Sementara memakai hijab, Wati menyatakan hal itu sebanding dengan tugas yang dia ampu.

" Itu adalah sesuatu yang ada di hati kami, dan akhirnya kami bisa mempraktikkannya, menjadi bagian dari komunitas," kata dia.

Hal senada diungkap oleh Aishah Sulaiman, 33 tahun. Wanita yang juga seorang perawat ini mengaku sangat senang mendengar berita tersebut.

Aishah mengaku hijab bukanlah halangan baginya dalam bekerja. Keputusan Pemerintah membuat dia merasa lega.

Dia pun yakin banyak perawat Muslimah di Singapura telah menunggu kabar ini. Khususnya ketika mereka melihat para perawat di negara-negara lain bisa memakai hijab.

" Berita ini penting bagi saya karena saya adalah Muslim. Saya berharap bisa mengenakan hijab saya (saat bekerja) karena itu wajib bagi saya sebagai seorang Muslimah," kata Aishah.

Beri Komentar