Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Mantan kepala intelejen Arab Saudi, Turki Al Faisal, pekan ini membeberkan hubungan istimewa antara Israel dan sejumlah negara teluk, selama 25 tahun terakhir.
Menurut laman Middle East Monitor, yang mengutip koran Qatar, Al Arab, Faisal mengungkapkan rahasia itu saat diwawancarai jurnalis Israel, Barak Ravid. Sebelumnya, Ravid mengklaim telah mewawancarai 20 pejabat dari negara-negara teluk mengenai hubungan rahasia dengan Israel.
Meski demikian, menurut Israel Channel 13, banyak dari narasumber yang diwawancarai Ravid menolak untuk muncul di depan kamera televisi.
Ravid menulis, Faisal --yang telah berbicara beberapa kali dengan media Israel dan mengkritik perlawanan Palestina-- setuju untuk berbicara mengenai 'Rahasia Negara Teluk'. Pembicaraan itu untuk mendalami hubungan rahasia antara Israel, Arab Saudi, Bahrain, dan Qatar.
Televisi Israel menayangkan wawancara tersebut selama dua menit. Tetapi, dari tayangan pendek itu, terungkap posisi Arab Saudi terhadap perjuangan Palestina.
Faisal menyebut, situasi Israel dan Palestina sebagai 'masalah Palestina atau cara menyelesaikan konflik`, alih-alih menggunakan kalimat Konflik Arab-Israel.
Rencananya, wawancara itu akan ditayangkan secara utuh. Ravid mengklaim, telah mendapat informasi mengenai " dunia ekonomi, politik, dan hubungan militer" antara Israel dan Arab Saudi, Bahrain, dan Uni Emirate Arab (UEA).
Dia menambahkan, banyak orang Israel yang tak mengetahui hubungan itu dijalankan oleh Kementerian Luar Negeri Israel dan badan intelejen Israel, Mossad.
Selama serangan Israel ke Gaza pada 2014, Faisal, yang juga anggota kerajaan, berkata akan menyambut orang Israel di rumahnya. " Aku akan menyambut kalian (orang Israel) di rumahku di Riyadh," kata Faisal.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya