Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Kaligrafi Muhammad (Shutterstock.com)
Dream – Lailatul Qadar. Banyak Muslim sangat berharap dengan satu malam di bulan Ramadan tersebut. Sebab, malam itu disebut jauh lebih mulai dari seribu bulan. Beribadah saat Lailatul Qadar sama dengan seribu bulan.
Karena malam yang mulia itu, Rasulullah menganjurkan kepada umat Islam untuk menyambut sepuluh malam terakhir Ramadan dengan memperbanyak ibadah. " Carilah di sepuluh hari terakhir, jika tidak mampu maka jangan sampai terluput tujuh hari sisanya." (HR Bukhari dan Muslim).
Dari hadis yang diriwayatkan oleh Bukhori dari Aisyah RA, Rasulullah bersabda: " Nabi Muhammad SAW ketika memasuki sepuluh malam terakhir bulan Ramadan memilih fokus beribadah, mengisi malamnya dengan dengan ibadah, dan membangunkan keluarganya untuk ikut beribadah."
Dalam sebuah kisah diceritakan Rasulullah sedang itikaf pada malam ke-27 Ramadan. Rasulullah melakukan ibadah seperti sholat dan berdoa. Lalu diikuti oleh para sahabat.
Disebutkan bahwa malam itu, langit tidak mendung, tidak pula berbintang. Semilir angin pun memasuki masjid. Tapi tiba-tiba turun hujan yang cukup deras. Sehingga membasahi Rasulullah dan para sahabat yang sedang khusyuk sholat.
Meski diguyur hujan, Rasulullah tetap melanjutkan sholat. Beliau tidak beranjak sedikitpun dan diikuti oleh para sahabat. Rasulullah yang basah kuyup tidak bergerak sedikitpun. Cahaya ilahi pun menyelimuti beliau.
Rasulullah bersujud begitu lama, bahkan beberapa sahabat sudah menggigil karena kedinginan. Ketika Rasulullah mengangkat kepala dan mengakhiri sholatnya, hujan seketika berhenti.
Anas bin Malik, salah seorang sahabat yang melihat Rasulullah basah kuyup segera berlari mengambil pakaian kering.
Namun Rasulullah mencegahnya dan berkata, " Wahai Anas bin Malik, janganlah engkau mengambilkan sesuatu untukku, biarkanlah kita sama-sama basah, nanti juga pakaian kita akan kering dengan sendirinya."
Apa yang terjadi kepada Rasulullah menunjukkan betapa istimewa dan mulianya malam Lailatul Qadar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam