Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Ibu Dan Anak. (Foto: Freepik.com)
Dream - Sungguh pilu hati seorang suami ketika dia harus menerima kenyataan ditinggal pergi oleh dua orang yang paling dicintai secara bersamaan.
Seorang ibu terpaksa melahirkan di rumah karena tidak punya uang. Akibatnya, dia dan bayi yang baru dilahirkan meninggal dunia.
Kisah menyedihkan ini dibagikan oleh laman Facebook Uncle Kentang, seorang dermawan bernama asli Kuan Chee Heng asal Malaysia.
Menurut Uncle, keluarga itu adalah orang asing yang tinggal di Malaysia. Suaminya hanya bekerja sebagai tukang las dengan gaji rendah.
Suaminya bukan tidak ingin membawa istrinya ke rumah sakit. Tapi mereka takut tidak punya uang cukup untuk biaya persalinannya di sana.
" Hati saya teriris-iris. Melihat jenazah bayi dan ibunya. Hanya karena tidak punya uang untuk bersalin di rumah sakit."
" Suami harus sewa kamar 250 ringgit sebulan. Merantau ke Malaysia, kerja sebagai tukang las. Gaji tak seberapa. Ingin bawa istri ke rumah sakit untuk bersalin tapi perlu banyak biaya. Akhirnya bayi dan istri jadi korban. Mereka meninggal saat bersalin."
Dalam postingannya, Uncle mengatakan warga asing di Malaysia tidak usah takut ke rumah sakit. Karena tetap akan dilayani dengan baik.
" Wahai orang-orang asing, jangan takut, jangan khawatir. Pergi melahirkan ke rumah sakit. Kami di Malaysia tidak busuk hati. Dokter tidak akan menolak Anda dari rumah sakit. Jangan terlalu khawatir."
" Kami manusia bukan binatang. Kami punya hati, bahkan dokter pun punya hati. Malaysia punya hati. Jangan mati seperti ini. Hari ini saya akan mengurus jenazah mereka dengan suaminya."
Dia menambahkan, banyak orang asing terutama mereka yang tidak memiliki dokumen perjalanan yang sah, takut pergi ke rumah sakit pemerintah untuk melahirkan jika mereka memiliki masalah keuangan.
" Pemerintah kita tidak kejam, bawa dulu istri ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Hal-hal lain seperti paspor dan uang tidak masalah, nyawa lebih penting daripada yang lain."
Sementara itu, menurut penelusuran Siakapkeli.my di laman resmi Kementerian Kesehatan Malaysia menyebutkan biaya perawatan bersalin untuk orang asing adalah 200 ringgit per kunjungan dengan biaya kamar 300 ringgit per hari.
(Sumber: Siakapkeli.my)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya