Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin (Foto: Istimewa)
Dream - Menteri Agaman Lukman Hakim Saifuddin mengajak para guru untuk menyampaikan pesan pentingnya menjaga nilai-nilai keberagaman yakni ajaran Islam yang ramah dan rahmatan lilalamin. Ajakan itu disampaikan di hadapan sekitar 200 guru madrasah yang hadir di Jakarta.
Menyambut peringatan hari guru, Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Agama diketahui menggelar kegiatan bertema " Penguatan pendidikan karakter, deradikalisasi, wawasan kebangsaan, dan moderasi Islam bagi guru dan tenaga kependidikan" . Kegiatan yang diselenggarkan di Bekasi, Jawa Barat ini dihadiri perwakilan guru-guru madrasah di seluruh Indonesia.
Dalam sambutannya, Lukman mengatakan jika ajaran Islam yang disampaikan guru madrasah kepada siswanya tidak hanya mencakup syariat-syariat Islam saja.
" Syariat itu penting dan tak bisa ditinggalkan. Tapi mohon jangan berhenti di situ," kata Lukman dalam keterangan tertulis yang diterima Dream, Minggu 11 November 2018.
Menurutnya, ajaran syariat itu bertujuan untuk mencapai hakekat mengenai beragama. Jika hakekat itu sudah ditempuh, Menag yakin akan muncul moderasi keberagamaan sehingga tidak ada radikalisme dan ekstrimisme.
Untuk itu, Lukman berharap agar guru madrasah dapat menjadi benteng radikalisme, khususnya di lingkungan madrasah.
" Maka para guru harus menjadi pionir dalam menangkap esensi keislaman dan menyebarkan melalui profesinya," ucap dia.
Ia menegaskan, agama sejatinya hadir untuk memberikan ketenangan bagi umatnya. Tidak ada ajaran agama manapun yang menyuruh umatnya untuk saling membenci satu sama lain.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya