Menag Minta Guru Madrasah Jadi Pionir Deradikalisasi

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Senin, 12 November 2018 06:20
Menag Minta Guru Madrasah Jadi Pionir Deradikalisasi
Permintaan itu disampaikan Menag di hadapan ratusan guru madrasah dari seluruh Indonesia di Bekasi

Dream - Menteri Agaman Lukman Hakim Saifuddin mengajak para guru untuk menyampaikan pesan pentingnya menjaga nilai-nilai keberagaman yakni ajaran Islam yang ramah dan rahmatan lilalamin. Ajakan itu disampaikan di hadapan sekitar 200 guru madrasah yang hadir di Jakarta. 

Menyambut peringatan hari guru, Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Agama diketahui menggelar kegiatan bertema " Penguatan pendidikan karakter, deradikalisasi, wawasan kebangsaan, dan moderasi Islam bagi guru dan tenaga kependidikan" . Kegiatan  yang diselenggarkan di Bekasi, Jawa Barat ini dihadiri perwakilan guru-guru madrasah di seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Lukman mengatakan jika ajaran Islam yang disampaikan guru madrasah kepada siswanya tidak hanya mencakup syariat-syariat Islam saja.

" Syariat itu penting dan tak bisa ditinggalkan. Tapi mohon jangan berhenti di situ," kata Lukman dalam keterangan tertulis yang diterima Dream, Minggu 11 November 2018.

Menurutnya, ajaran syariat itu bertujuan untuk mencapai hakekat mengenai beragama. Jika hakekat itu sudah ditempuh, Menag yakin akan muncul moderasi keberagamaan sehingga tidak ada radikalisme dan ekstrimisme.

Untuk itu, Lukman berharap agar guru madrasah dapat menjadi benteng radikalisme, khususnya di lingkungan madrasah.

" Maka para guru harus menjadi pionir dalam menangkap esensi keislaman dan menyebarkan melalui profesinya," ucap dia.

Ia menegaskan, agama sejatinya hadir untuk memberikan ketenangan bagi umatnya. Tidak ada ajaran agama manapun yang menyuruh umatnya untuk saling membenci satu sama lain.(Sah)

Beri Komentar