Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Perbuatan zina merupakan dosa besar. Bahkan dianjurkan agar umat Muslim tak menikah dengan orang yang sudah pernah melakukan zina.
Ketika sudah mengetahui seorang wanita atau pria sebagai pezina, yang melakukan seks bebas di luar pernikahan, sebaiknya hindari menikah dengannya.
Mengapa? Berikut ulasannya:
1. Perbuatan zina bukanlah perbuatan yang mudah untuk dihentikan
Jangankan zina, menikmati pornografi saja sudah jadi kebiasaan yang sulit dihentikan. Seorang pecandu pornografi akan kehilangan kemanusiaannya karena adanya saraf dan bagian otak yang rusak, bagaimana dengan pezina?
Memang selalu ada pengecualian, yakni bagi orang-orang yang sudah bertobat, menyesali zinanya, dan malu akan perbuatan zina yang pernah dilakukannya. Kesungguhan tobat ini bisa dilihat dari rasa malunya berbicara hal yang vulgar atau jorok.
Jika seseorang masih saja tidak segan-segan berkata vulgar, itu menandakan ia sudah terpapar pornografi dan sangat mungkin sudah terpapar seks bebas juga, dan memperlihatkan bahwa ia tidak menyesali perbuatan mendekati zinanya tersebut.
2. Seseorang yang menerima dinikahi oleh pezina, berarti dirinya juga pezina
Burung elang akan bergaul dengan sesama elang, tidaklah mungkin ia mau bergaul dengan burung emprit. Demikian pula seseorang yang menjaga kesucian, maka ia akan sebisa mungkin menghindari dirinya dari orang-orang yang membawa 'kotoran', misalnya orang-orang yang sering berkata buruk, vulgar, bahkan sekadar bercandaan yang ke arah seks pun akan dihindari.
Oleh karena itu, seorang yang bersedia menikah dengan pezina, dalam kondisi ia sudah mengetahui pasangannya ini gemar berzina, hampir bisa dipastikan, minimal, ia juga seorang pezina atau pendukung perzinaan.
Penjelasan selengkapnya baca di sini
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya