Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ternyata Ada Tunawisma Di Bandara Changi Singapura. (Foto: Facebook Gilbert Goh)
Dream - Bandara Internasional Changi di Singapura dikenal sebagai salah satu bandara terbaik di dunia karena kebersihan, fasilitas dan kenyamanannya.
Namun, bandara kebanggaan warga Singapura itu sekarang dikenal sebagai bandara yang penuh kasih sayang juga.
Gelar baru ini berawal ketika pada tanggal 15 September lalu, Gilbert Goh, seorang aktivis Singapura yang menjalankan sebuah LSM konseling kepada para penganggur, mengunggah sebuah kisah yang mengharukan.
Melalui akun Facebook, Gilbert menceritakan pengalamannya saat pergi ke bandara Changi. Di perjalanan dia menemukan banyak tunawisma sedang beristirahat di area lounge.
" Saya terkejut melihat begitu banyak tunawisma beristirahat di ruang tunggu bandara, selama pembagian selimut/kantong tidur pada 14 September." tulis Gilbert.

Tapi Gilbert merasa senang karena para tunawisma ini memiliki tempat yang bersih dan nyaman untuk beristirahat dari dinginnya cuaca di luar.
Dia kemudian menyebutkan ada 15 tunawisma di Bandara Changi saat ini. Mereka semua biasanya duduk-duduk di area lounge.
Hanya ada seorang tunawisma lanjut usia yang terlihat tiduran di atas lantai ruang tunggu yang dingin dan keras.

" Kebanyakan mereka adalah pria berusia kisaran 50 sampai 60 tahun, meski beberapa adalah wanita. Sebagian dari mereka mengenakan pakaian yang cukup layak," tambah Gilbert.
Gilbert yakin para tunawisma ini memiliki pekerjaan namun tidak mampu mengusahakan tempat tinggal yang memang biayanya mahal.
Terlepas dari itu semua, Gilbert hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak Bandara Changi yang mengizinkan para tunawisma tinggal di area lounge.
" Pada kesempatan in saya hanya ingin berterima kasih kepada manajemen bandara atas belas kasihnya yang memperbolehkan mereka beristirahat di ruang tunggu.
" Ini menunjukkan betapa besar cinta dan komitmen pengelola bandara terhadap mereka yang membutuhkan tempat untuk bernaung," tulis Gilbert.
Sumber: World of Buzz
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya