Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pria Berusia 90 Tahun Temani Sang Istri Hingga Wafat Karena Covid-19 (ABC News, Julie Cooper)
Dream - Suasana sedih memenuhi sebuah ruangan di panti jompo wilayah Lakeland, Florida, Amerika Serikat. Sam Reck, pria berusia 90 tahun, dirundung pilu setelah mengetahui istrinya harus meninggal karena Covid-19.
Dengan alat pelindung lengkap, Sam mendampingi sang istri, Joann Reck, di detik-detik terakhir kehidupan. Sam mengucapkan perpisahan terakhir padanya.
Pasangan tersebut telah terpisah selama empat bulan terakhir karena negara mereka melarang adanya kunjungan ke panti jompo di wilayah tersebut.
Menurut putranya, Scott Hooper, pasangan yang sudah menghabiskan 30 tahun pernikahan mendapat julukan Romeo dan Juliet dari staf sekitar panti.
Keduanya mendapatkan sebutan tersebut tatkala Sam sering duduk di balkon apartemen lantai dua dan Joann (86 tahun) akan berbicara dengannya dari taman di bawah.
Meski sang istri terpapar Covid-19, Sam mempertaruhkan kesehatannya untuk menemui Joann pada hari Minggu 19 Juli lalu.
" Pria berusia 90 tahun ini mempertaruhkan nyawanya untuk pergi menemui ibuku. Meski tahu berisiko sekali menemui pasien Covid-19, ia memilih melakukannya untuk yang terakhir kali," cerita Hooper.
Ibu Hooper didiagnosis menderita demensia sekitar setahun yang lalu. Tepat satu minggu sebelumnya, Joann divonis tertular Covid-19 setelah dirinya mengeluh demam, batuk dan kelelahan.
" COVID-19 memukulnya begitu keras dan begitu cepat," tambah Hooper.
" Siapa pun yang berurusan dengannya tahu apa yang saya bicarakan. Joann tidak selalu mengingat atau mengetahui situasi di sekitarnya," ungkap Hooper.
Meskipun sebagian besar pengunjung masih dilarang untuk datang, Sam diberi kesempatan untuk menemui istrinya. Saat keduanya berpelukan untuk yang terakhir kalinya, para petugas di panti ikut meneteskan air mata.
" Istri saya yang merekam video dan saya ingat sekali semua orang di ruangan tersebut ikut menangis melihatnya," cerita Hooper.
Hooper menceritakan kala itu, istrinya tak kuasa menahan air mata. Saking sedihnya, sang istri bergetar saat memegang kamera. Momen tersebut sangat emosional bagi keluarga mereka.
Sumber: ABC News
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya