Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Asadurrahman Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama (Foto: Youtube.com/Bimas Islam TV)
Dream - Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat penetapan 1 Ramadan 1444 H pada Rabu, 22 Maret 2023 petang. Sidang ini akan dilaksanakan secara luring di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kemenag, Jakarta.
Sebelumnya, dilaksanakan terlebih dahulu seminar Pemaparan Posisi Hilal yang dilakukan oleh Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama.
Berdasarkan pantauan dari siaran langsung kanal Youtube Bimas Islam, Anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag, Asadurrahman menyampaikan, tanggal 22 Maret 2023 matahari terbenam pada pukul 18:02:42. Artinya pengamatan hilal akan dimulai pada waktu tersebut.
" Sebelum kita mengikuti sidang isbat sebentar malam, kita lihat bagaimana posisi hilal di seluruh dunia dan seluruh Indonesia, baik didasarkan pada ketinggian hilalnya dari ufuk maupun didasarkan pada elongasinya," ucap Asadurrahman saat pemaparan posisi hilal, Rabu 22 Maret 2023.

Ia mengatakan, untuk wilayah Indonesia ketinggian hilal dari wilayah Papua hampir 7 derajat, dan wilayah Sumatera wilayah paling barat sekitar 9 derajat.
Asadurrahman mengatakan pengamatan tersebut berlangsung berdasarkan tinggi bulan. Apabila ketinggiannya saat ini 7 derajat maka akan dilakukan pengamatan kurang lebih selama 35 menit.
Namun, tak sepenuhnya pengamatan itu dilakukan selama 35 menit, karena ada kalanya hilal bisa turun dan tertutup awan.
“ Bulan akan terbenam pukul 18.38 artinya kita tidak mengamati hilal setelah 18.38, dan kita tidak bisa mengamati hilal sebelum 18.02.42,” ucapnya.
“ Mudah-mudahan di seluruh wilayah ini ada bagian-bagian tertentu yang hilal mudah diamati, apalagi ini sudah memenuhi kriteria ketinggian hilal menurut kriteria baru MABIMS yang di Indonesia sudah diterapkan pada awal ramadan 1443 Hijriah tahun yang lalu,” imbuhnya.
Menurut Asadurrahman jika dilihat dari ketinggian dan elongasi, sebagian besar wilayah akan melaksanakan shalat tarawih hari ini, dan ibadah puasa besok fajar.
“ Nampaknya dari segi ketinggian dan elongasi, hampir seluruh wilayah di dunia ini akan memulai Ramadannya, shalat tarawihnya pada malam hari ini, dan akan melaksanakan ibadah puasa mulai fajar besok,” ungkapnya.
Selain itu, jika cuacanya bagus maka Kemenag akan menerima banyak laporan dari titik-titik pemantauan hilal seluruh Indonesia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya