Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Alarabiya.net)
Dream - Sepasang suami istri di San Antonio, Texas Selatan, Amerika Serikat, ditangkap pihak berwajib karena menyiksa putrinya yang menolak dinikahkan dengan pria pilihan mereka.
Maarib al-Hishmawi. Demikian nama gadis nahas itu. Usianya masih belia, 16 tahun. Dia nekat melarikan diri dari rumah karena tidak tahan disiksa oleh orang tuanya, Abdullah Fahmi al-Hishmawi (34) dan Hamdiya Sabah al-Hishmawi (33).
Maarib lari dari rumah karena orang tuanya akan menyiksanya setiap kali menolak dijodohkan dengan seorang pria yang jauh lebih tua umurnya.
Kepada Fox News, Maarib mengaku dijodohkan dengan pria yang lebih tua karena orang tuanya tergiur dengan uang US$20.000, setara Rp274 juta.
Selama ini, Maarib tinggal bersama orang tua dan lima saudara yang berusia antara 5 sampai 15 tahun. Setelah kejadian ini, mereka dipindahkan di sebuah pusat penampungan anak-anak dan remaja di San Antonio.
" Gadis muda itu terakhir kali terlihat pada 30 Januari lalu. Sekarang dia telah ditemukan dan ditempatkan di Layanan Perlindungan Anak - bersama dengan lima adik kandungnya," kata Sheriff County Javier Salazar, pada hari Jumat lalu.
Salazar menambahkan, orang tua Maarib telah ditangkap atas tuduhan kekerasan rumah tangga. Pasangan Abdullah dan Hamdiya diduga mencoba mencekik, memukul, dan menyiram minyak goreng panas, kepada putri kandungnya itu.
Sementara itu, The San Antonio Express-News melaporkan bahwa keluarga Abdullah berasal dari Irak dan telah tinggal di AS selama dua tahun.
© (Foto: alarabiya.net)
Abdullah pernah muncul di layar kaca saat diwawancarai oleh stasiun TV KSAT pada akhir Februari lalu. Kepada polisi setempat dia mengaku telah gagal menemukan putrinya yang kabur dari rumah.
Polisi kemudian melakukan pencarian namun juga gagal menemukan keberadaan Maarib.
Abdullah diketahui sebagai imigran dari Irak yang membawa istri serta anak-anaknya ke AS dua tahun lalu. Sebelumnya dia bekerja sebagai penerjemah bagi pasukan AS di negara asalnya.
Menurut laporan stasiun TV CW39, Maarib terpaksa menerima perjodohan dengan hadiah perkawinan berupa uang US$20.000 itu. Namun dia melarikan diri dari rumah sebelum hari pernikahan karena tidak tahan dengan siksaan orang tuanya dan perjodohan tersebut.
(Sumebr: alarabiya.net)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya