Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Hotel Royal Tulip (Foto: YouTube Sang Penjelajah Amatir)
Dream - Sebagai tempat menghilangkan penat setelah sepekan bekerja, Bandung memang menjadi surga untuk berakhir pekan. Mereka yang punya dompet tebal bisa membeli tanah dan membangun rumah atau vila sebagai tempat beristirahan.
Bandung juga menjadi sasaran bagi para pebisnis untuk membangun usaha penginapan. Entah sudah berapa hotel yang berdiri di kota berjuluk Paris van Java ini. Namun tak semua bisa meneguk untung dari banyaknya warga yang plesir ke kota berudara sejuk ini.
Meski sudah dilengkapi fasiliats penunjang untuk liburan akhir pekan, banyak investor yang membangun hotel mewah harus gigit jari karena sepinya pengunjung. Terlebih setelah muncul pandemi yang membuat jumlah kunjunga wisatawan lokal dan mancanegara berkurang drastis.
Saat bangunan megah sudah berdiri, kini beberapa hotel-hotel mewah itu harus terbengkalai karena sudah tak beroperasi lagi.
Fenomena ini terjadi pada sebuah bangunan tempat penginapan, Hotel Royal Tulip yang berlokasi di Kota Cimahi, Jawa Barat. Melansir dari kanal YouTube Sang Penjelajah Amatir, hotel itu diketahui memiliki 432 kamar dengan 13 lantai yang kini dibiarkan mangkrak.
Dalam unggahan tersebut, terlihat beberapa interior ruangan yang ada di kamar hotel masih nampak utuh.

Salah satunya adalah fasilitas bathtub dan lemari-lemari di dalam kamar hotel seperti terlihat dalam foto di atas.
Tak hanya terlihat megah dari luar, hotel ini juga dibangun di tanah yang cukup luas dan dilengkapi fasilitas eskalator serta kolam renang besar.

Dalam video, terlihat sebuah kolam renang yang cukup luas dengan pemandangan alam menakjubkan untuk menyegarkan mata pengunjungnya.


Setelah terbengkalai selama bertahun-tahun, hotel mewah tersebut kini menjadi bangunan yang terlihat cukup menyeramkan untuk orang-orang yang melintas.
Hingga kini belum diketahui pasti alasan mengapa Hotel Royal Tulip itu dibiarkan tak terurus.
Melansir laman kabar24.bisnis.com, terdapat satu nama hotel sekaligus kondominium (Kondotel) yang pernah dibangun di Baros, Cimahi dengan nama Royal Tulip. Hotel tersebut merupakan salah satu aset yang dijaminkan untuk mengembalikan piutang sebuah perusahaan pengembang yang dituntut pailit pada 2017 lalu.
Harga aset Kondotel Royal Tulip kala itu ditaksir mencapai Rp450 miliar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam