Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Mirip Konsep MLM, Pembunuh Bayaran Sewa 4 Pembunuh Lain

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 25 Oktober 2019 08:30
Mirip Konsep MLM, Pembunuh Bayaran Sewa 4 Pembunuh Lain
Terkuak karena bayaran pembunuh kelima jatuh dan tak setimpal.

Dream - Judul di atas terdengar unik. Tapi, benar adanya.

Peristiwa itu terjadi di China. Dilaporkan Metro, seorang pembunuh bayaran mendapat tawaran seorang pengusaha untuk membunuh sasarannya. Menerima tawaran tersebut, si pembunuh itu ingin tangannya tetap bersih.

Dia akhirnya memutuskan menyewa pembunuh bayaran lain. Satu yang tak disadari pria itu, si pembunuh yang disewanya ternyata menyewa pembunuh bayaran lain untuk menyelesaikan tugas tersebut.

Upaya pembunuhan ini merupakan buntut perselisihan antara Wei Mou dan, pengembang real estat, Tan Youhui, pada 2013.

Youhui yang khawatir mengalami peradilan panjang panjang di meja hijau, menyewa pembunuh bayaran bernama Xi Guangan. Pembunuh bayaran pertama ini diiming-imingi uang sebesar 2 juta yuan, setara Rp3,9 miliar

Tapi, Xi enggan jadi eksekutor. Dia menghubungi pembunuh bayaran lainnya, Mo Tianxiang, dengan iming-iming bayaran setengah dari bayarannya.

 

1 dari 5 halaman

Lama-kelamaan Pembagian Honor Mengecil

Estafet berlanjut. Mo kemudian memutuskan untuk menghubungi pembunuh bayaran ketiga, Yang Kangsheng. Pembunuh bayaran ketiga itu diimingi uang seharga 770 ribu yuan. 

Sebanyak 270.000 yuan akan dibayar dimuka, dan 500.000 yuan akan diserahkan setelah eksekusi.

Berhentikah sampai disitu? Tentu tidak. 

Si pembunuh sewaan ketiga ini kembali mencari pembunuh lain untuk menjalankan eksekusi. Yang Kangsheng akhirnya bertemu dengan pembunuh bayaran bernama Yang Guangsheng.

Kontrak akhirnya sampai pada pembunuh bayaran kelima bernama Ling Xiansi.

 

2 dari 5 halaman

Berhasilkah Dibunuh?

Ling rupanya marah karena honor yang diterima sangat kecil. Alih-alih membunuh, Ling malah mendatangi target pembunuhan dan memintanya memalsukan kematiannya sendiri.

Kondisi inilah yang membuat polisi mencari tahu. Pengusaha dan semua pembunuh itu semua dihukum karena percobaan pembunuhan oleh pengadilan di Nanning, Guangxi, setelah persidangan yang berlangsung tiga tahun.

Dari persidangan yang berjalan, Tan, yang mempekerjakan pembunuh bayaran asli, dipenjara selama lima tahun. Sementara Xi, pembunuh bayaran pertama, dijatuhi hukuman tiga tahun enam bulan.

Yang Kangsheng dan Yang Guangsheng dijatuhi hukuman tiga tahun tiga bulan. Adapun, Mo dijatuhi hukuman tiga tahun, dan Ling dihukum dua tahun tujuh bulan.

3 dari 5 halaman

Pengakuan Mengerikan Si Wanita Cantik Pembunuh Bayaran

Dream - Seorang wanita yang menjadi pembunuh bayaran bagi salah satu kartel paling kejam di Meksiko membuat pengakuan yang mengerikan dari sel penjaranya.

Dia mengklaim selalu melakukan hubungan intim dengan para korban yang dibunuhnya dan meminum darah mereka.

Laporan media Meksiko menyebutkan Juana, 28 tahun - yang dikenal sebagai 'La Peque' (Si Kecil) - dari kartel Zetas membuat pengakuan dari Penjara Baja California, Meksiko.

Juana mengatakan sejak masih kecil dirinya sudah suka memberontak, dan kemudian menjadi pecandu narkoba dan alkohol.

Dari situ dia mulai...

4 dari 5 halaman

Hubungan Intim dengan...

Pembunuh

Wanita kelahiran Hidalgo ini kemudian hamil oleh seorang pria yang usianya 20 tahun lebih tua dari usianya yang masih 15 tahun saat itu.

Untuk bertahan hidup bersama anaknya, Juana bekerja sebagai PSK, sampai akhirnya terjebak ke dalam dunia kartel yang kejam dan berbahaya.

" Awalnya aku menjadi seorang 'halconeo' yaitu mata-mata untuk mengawasi patroli polisi dan tentara," katanya kepada Central European.

Pekerjaannya mengharuskan ia selalu waspada selama delapan jam. Jika gagal, Juana mengatakan dia diikat dan diberi makan satu taco per hari.

Selama bekerja untuk kartel dia menjadi saksi sejumlah momen mengerikan, termasuk pecahnya kepala seorang pria yang dipukul dengan gada.

" Jika ingat itu, aku merasa sedih dan tidak ingin berakhir seperti itu," kata Juana.

Sering saksikan...

5 dari 5 halaman

Darah Korbannya

Namun karena sering menyaksikan penyiksaan dan pembunuhan yang brutal, kengerian Juana terhadap darah berubah menjadi sensasi yang menyenangkan baginya.

Situs berita lokal Denuncias mengklaim Juana mulai 'merasa senang dengan darah, dia bahkan mandi di dalamnya setelah membunuh korban-korbannya'.

" Aku bahkan meminumnya ketika masih hangat," kata Juana.

Denuncias mengklaim Juana juga melakukan hubungan intim dengan korban-korbannya yang sudah dipenggal kepalanya.

" Dia mendapat sensasi sensual dengan mayat-mayat tanpa kepala itu," tulis Denuncias.

Saat ini La Peque masih menunggu keputusan mengenai hukumannya di Penjara Baja California.

(Sumber: Daily Mail)