Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Potret Rumah Pahlawan Perobek Bendera Belanda Di Hotel Yamato
Dream - Sebagian kaum millenials di Indonesia mungkin masih ada yang tidak tahu tentang sebuah insiden bersejarah di Kota Pahlawan Surabaya pada zaman perjuangan melawan penjajah.
Insiden tersebut adalah peristiwa perobekan bendera Belanda di Hotel Yamato oleh arek-arek Suroboyo yang dilakukan dengan cara yang cukup heroik.
Aksi perobekan bendera yang berkibar di Hotel Yamato atau kini Hotel Majapahit pada tanggal 19 September 1945 itu akan selalu dikenang masyarakat Indonesia.
Perobekan bendera Belanda itu dilakukan arek-arek Suroboyo dengan memanjat bangunan hotel. Salah satu pemuda yang turut memanjat gedung hotel itu dikenal dengan panggilan akrab Mbah Besari.
Untuk mengingat perjuangannya, hingga kini rumahnya yang berada di Kampung Lawang Seketeng gang IV, Kelurahan Peneleh, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya tersebut masih ada.

Sayangnya, rumah yang kini menjadi kawasan cagar budaya tersebut tinggal menyisakan temboknya saja. Atap dan beberapa pintu kayunya sudah roboh.
Kondisi rumah yang diperkirakan dibangun pada tahun 1930-an silam itu cukup bikin prihatin netizen. Seolah tidak ada usaha untuk merenovasinya kembali.

Hal itu terlihat dari video penampakan bekas rumah Mbah Besari yang diunggah oleh akun TikTok @kuliner.nglencer pada 30 Januari 2022 lalu.

Dalam video berdurasi 18 detik tersebut tampak rumah Mbah Besari berhimpitan dengan rumah warga lainnya.
Rumah yang halamannya berbatasan langsung dengan jalan gang itu dulunya ditopang oleh dua pilar berukuran besar.
Sayangnya dua pilar rumah yang berdiri kokoh tanpa ada atap di atasnya itu sudah mulai rusak.

Kemudian di belakang dua pilar itu tampak bagian depan rumah dengan desain khas bangunan lama.

Daun pintu dan jendelanya terbilang utuh masih menempel pada dinding rumah. Hanya saja kurang terawat.
Sementara di bagian dalam rumah sudah penuh ditumbuhi semak belukar dan berbagai tanaman merambat.

Beberapa kayu kuda-kuda rumah tersebut ada yang jatuh meski masih banyak juga yang tetap menempel pada tempatnya.
Entah sudah berapa lama rumah pejuang tersebut terbengkalai dan tak terurus hingga bikin netizen terharu.
Tidak sedikit yang menyayangkan bangunan bersejarah itu bisa hancur hanya menyisakan tembok, jendela, dan pilarnya saja.

" Seharusnya rmh itu tetep dirawat sma pihak pemerintah biar kita anak cucu bangsa tau sejarahnya rmh peninggalan tokoh pahlawan indonesia, syng bngt."
" Cagar budaya tp kpk tdk direkondisikan lg bangunannya oleh pemda?"
" Serius lu....masyallah kenapa pemprov dan cagar budaya tidak menjaga dan melestarikan bangunan tersebut."
" Kalo sudah jadi cagar budaya... berarti sudah jadi urusan pemda setempat, tapi kok dibiarin saja ya."
Sumber: TikTok
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam