Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kasihan! Tak Ada Yang Mau Antar Ibu Ini Membawa Jasad Bayinya Pakai Mobil Pribadi. (Foto: MStar)
Dream - Hanya karena masih banyak yang terlalu percaya takhayul, tak seorang pun yang sudi membantu membawa pulang jenazah seorang bayi.
Kisah sedih ini dibagikan oleh pemilik akun Facebook Yunizam Yusop, saat dia diminta untuk mengantar seorang ibu bersama jenazah bayinya pulang dari Rumah Sakit Dutchess of Kent di Sandakan, Sabah, Malaysia.
Pemuda berusia 33 tahun itu mengungkapkan rasa kecewa karena masih banyak warga masyarakat yang percaya bahwa membawa jenazah menggunakan kendaraan pribadi akan mendatangkan kesialan di kemudian hari.
" Saya rasa sedih sebenarnya melihat masih banyak yang percaya akan ditimpa sial atau kemalangan apabila kendaraan mereka digunakan untuk mengangkut jenazah bayi yang belum punya dosa," tulisnya dalam postingan yang viral.
Lebih akrab disapa Yunizam atau Abam Botak, lelaki ini berkata dia sudah tiga tahun menyediakan layanan mobil jenazah gratis di sekitar kawasan Sandakan.
Bercerita lanjut mengenai kejadian itu, Yunizam menambahkan temannya yang bekerja di bagian forensik mengatakan pihak rumah sakit sebelumnya telah mencoba menghubungi layanan taksi yang ada.
" Ahli waris juga mencoba untuk mendapatkan kendaraan umum. Namun upaya mereka gagal karena banyak yang enggan dan menolak membawa jenazah bayi tersebut sebab percaya akan ditimpa sial," katanya.
Yunizam berkata ibu balita itu tinggal di perkampungan Setinggan dan berasal dari keluarga kurang mampu. Sehingga mereka tidak bisa membayar biaya mobil jenazah yang terbilang tinggi.
“ Ini bukan kali pertama saya menemukan kondisi semacam ini. Mobil pribadi atau kendaraan umum enggan membawa jenazah bayi untuk dikebumikan.
“ Kalau jenazah orang dewasa yang sudah ditaruh peti, mereka baru mau ambil. Tapi kalau macam bayi yang hanya digendong begini mereka tidak mau,” katanya.
Menurut Yunizam, bayi tersebut baru saja dilahirkan dan berita kematiannya belum sempat lagi diberitahukan kepada ayahnya yang merupakan seorang pekerja ladang kelapa sawit di Batu Sapi.
Ibu dari bayi malang itu hanya mampu mengalirkan air mata dan menatap jasad anaknya sepanjang perjalanan pulang ke rumah saat diantar mobil jenazah yang disediakan Yunizam secara gratis.
Yunizam berkata dia sempat mengulurkan sedikit bantuan uang kepada wanita tersebut untuk pengurusan jenazah yang akan dilakukan oleh keluarga mereka sendiri. Yunizam hanya berharap bayi tersebut dapat menolong kedua orangtuanya di akhirat kelak.
Yunizam mengatakan dia juga pernah membawa jenazah menggunakan kendaraan pribadinya, dan ternyata tak ada hal aneh yang terjadi atas dirinya hingga saat ini.
Ini menunjukkan betapa parahnya akidah manusia yang percaya kemalangan bakal menimpa mereka jika membawa jenazah menggunakan kendaraan pribadi.
“ Janganlah kita memilih kepada siapa kita mau lakukan kebaikan. Karena kita sendiri tidak tahu kebaikan yang mana yang akan dinilai Tuhan.
“ Bagi saya, kalau sehari kita tidak melakukan kebaikan dalam kehidupan, itu adalah perkara yang sangat rugi,” pungkas pemuda dari Sandakan ini.
Sumber: mStar.com.my
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya