Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Misteri Cahaya Aneh Di Atas Laut China Selatan Terungkap.
Dream - Baru-baru ini netizen dihebohkan dengan tangkapan layar video yang menampilkan cahaya aneh di langit yang diyakini berada di Laut China Selatan.
Cahaya terang yang tampak seperti mengintip dari celah awan di atas langit laut yang disebut Laut Natuna Utara oleh Indonesia itu menimbulkan tanda tanya.

Sinar aneh tersebut diunggah pertama kali di akun grup Facebook asal Malaysia Penang Press. Cahaya itu diduga direkam oleh seorang pekerja kapal sekitar pukul 19.30 waktu setempat, Kamis lalu.
" Rekaman oleh seorang teman yang bekerja di kapal pada pukul 19.30, 23 Desember 2021. Gambar itu direkam oleh awak kapal di Laut Cina Selatan tetapi masih tanda tanya.

“ Mungkin ada yang sedang pesta kembang api?” ujar Penang Press melalui postingan Facebooknya.
Dalam foto cahaya aneh itu terlihat cukup jelas dan tampak begitu indah. Dari kejauhan seperti semburat lampu warna-warni di atas horizon.
Berbagai teori pun diungkapkan untuk menjelaskan fenomena cahaya aneh pada malam hari di atas Laut Natuna Utara itu.
Ada yang mengatakan cahaya itu kemungkinan berasal dari roket China, Long March-7A, yang diluncurkan ke luar angkasa pada hari yang sama.
Mengutip laporan XinhuaNet, roket diluncurkan pada pukul 18.12 (waktu Beijing) di Situs Peluncuran Pesawat Luar Angkasa Wenchang di Provinsi Hainan di selatan China.
Roket tersebut diterbangkan untuk mengirim satelit yang dikenal sebagai Shiyan-12 01 dan Shiyan-12 02 ke orbit yang telah ditentukan sebelumnya.

Kedua satelit tersebut akan melakukan survei lingkungan antariksa dan uji teknologi terkait lainnya di luar angkasa.
Long March-7A adalah roket versi modifikasi dari Long March-7 yang memiliki tiga tahap dan panjang keseluruhan 60,7 meter, menjadikannya roket tertinggi yang beroperasi di China.
Sumber: Siakapkeli.my
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam