Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Teka-teki sejoli yang menghilang setelah terlibat kecelakaan di Jalan Nasional Nagreg, Garut, Jawa Barat, akhirnya menemukan titik terang setelah penemuan jenazah di Sungai Serayu, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Kedua jasad itu yang ditemukan itu identik dengan sejoli yang dilaporkan menghilang tersebut.
Sejoli itu adalah Handi Harisaputra (18) warga Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, dan Salsabila (14) warga Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung. Mereka tertabrak minibus warna hitam di Jalan Nasional Nagerg pada 8 Desember 2021.
Tapi anehnya, setelah kecelakaan mereka hilang setelah dibawa mobil tanpa diketahui apakah masih hidup atau sudah meninggal dunia. Keluarga sejoli itu sudah mencari mereka ke berbagai rumah sakit di Jawa Barat, namun sampai Senin 13 Desember tak kunjung ketemu.
Misteri keberadaan sejoli itu mulai menemukan titik terang setelah ada laporan penemuan dua mayat di aliran Sungai Serayu, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Sabtu 11 Desember.
Jenazah yang diduga Handi ditemukan di aliran Sungai Serayu, Banyumas. Sedangkan jenazah diduga Salsabila ditemukan di aliran Sungai Serayu, Desa Bunton, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap.
Jika dilihat dari aplikasi peta online Google Maps, jarak lokasi kecelakaan di Nagreg dengan tempat penemuan jasad yang diduga Handi dan Salsabila sekitar 200 kilometer. Sungai Serayu melewati Kabupaten Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, dan bermuara di laut di Kabupaten Cilacap.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Iqbal Alqudusy, mengatakan, lokasi penemuan dua jasad itu berada pada titik berbeda, sehingga diduga mereka hanyut oleh aliran sungai yang bermuara di pesisir pantai Kabupaten Cilacap. " Hanyut, di sungai terus minggir ditemukan masyarakat," kata Iqbal dikutip dari merdeka.com.
Polisi segera melakukan identifikasi dan menyusuri jejak dan lokasi setelah mendapat laporan penemuan mayat. Setelah enam hari proses identifikasi. polisi menyatakan dua mayat itu identik dengan Handi dan Salsabila.
" Begitu dapat diindektifikasi, outopsi baru dan baru selesai kemarin," kata Iqbal.
Setelah dua jasad itu dipastikan sebagai Handi dan Salsabila pada Jumat malam 17 Desember, tim Polrestabes Bandung beserta orangtua korban datang ke Satreskrim Polresta Banyumas. " Untuk mengecek foto dan barang- barang korban yang kemarin di temukan di aliran Sungai Serayu," sebut Iqbal.
Orang tua korban mengakui jasad itu adalah anaknya. " Bahwa orangtua mengakui dan meyakini mayat yang ditemukan disungai serayu merupakan anaknya," ujar Iqbal.
Polresta Banyumas pun memberikan barang bukti ke penyidik Polrestabes Bandung untuk mengusut pelaku tabrak lari. " Kita hanya menemukan mayat, kita koordinasi dengan Polda Jabar. Mudah-mudahan di Polda Jabar cepat tuntas ya, karena ini kan misteri juga kasus ini ya," imbuh Iqbal.
Sumber: Merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya