Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Polisi mengungkap kasus pembunuhan Slamet Pujianto alias Metty (44). Pelakunya adalah seorang waria berinisial ETF, yang masih berusia 17 tahun.
" Dia (ETF) memang bawa pisau sangkur. Tapi, niat untuk membunuh itu muncul setelah berhubungan, motifnya ingin mengambil uang korban senilai Rp 3 juta itu,” kata Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota AKP Slamet Santoso dikutip dari laman fajar.co.id, Selasa 2 Oktober 2018.
Penyidik Satreskrim Polres Pasuruan Kota menjerat tersangka yang baru lulus dari bangku SMK tersebut dengan pasal berlapis. Yakni, Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan. Lalu, Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan.
Kepada penyidik, tersangka mengaku telah mengenal korban sejak dua minggu terakhir. Bahkan, tersangka memang menjadi 'idola' di kalangan waria.
Namun, ia akhirnya memilih untuk menjadi 'kekasih' korban. Tentu saja ada imbalan yang diberikan oleh korban.
Saat diperiksa, tersangka mengaku telah berhubungan dengan korban dan mendapat imbalan uang senilai Rp 100 ribu.
© Dream
Usai berhubungan, muncul niatan tersangka menghabisi nyawa korban. Alasannya, korban memperlakukan tersangka dengan kasar saat berhubungan.
Sehingga, tersangka jengkel dan tega menghabisi nyawa korban dengan beberapa kali tusukan pada leher dan perut. Lalu sayatan pada lengan tangan kanan korban.
Tersangka mengambil uang milik korban. Uang itu kemudian dibelikan sebuah ponsel yang sudah diamankan petugas.
Seperti diberitakan sebelumnya, warga Dusun Klengoan, Desa Arjosari, Kecamatan Rejoso, dibuat gempar atas kematian Slamet Pujianto alias Metty. Bos katering itu ditemukan tewas bersimbah darah di rumah kontrakannya, Rabu 26 September 2018.
Polisi bergerak cepat mengungkap pelakunya. ETF dibekuk di rumahnya. Polisi terpaksa melumpuhkannya dengan tembakan lantaran berusaha kabur saat hendak ditangkap.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya