Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Penampakan Makam Nyai Sembro Di Sukoharjo/ilustrasi Kucing Ras Candramawa.
Dream - Ketika melintas jalan raya yang menghubungkan Sukoharjo-Solo, Jawa Tengah, pejalan kaki maupun pengendara kendaraan bermotor mungkin pernah melihat satu monumen di sudut Solobaru, Kecamatan Grogol, Sukoharjo.
Monumen berukuran kecil itu terletak di atas trotoar, di tepi jalan raya tersebut. Jika diperhatikan dengan saksama, monumen tersebut menyerupai sebuah kijing.
Dalam tradisi Jawa, kijing adalah penutup makam yang biasanya terbuat dari semen dan batu pualam. Monumen itu memang sebuah makam mini lengkap dengan batu nisannya.
Awalnya banyak yang merasa penasaran dengan keberadaan makam mini yang tidak berapa jauh dari bundaran Tanjunganom, Grogol, tersebut.
Baru-baru ini akun Twitter @mwv_mystic mengungkapkan fakta-fakta menarik tentang makam mini di tengah padatnya jalan raya itu.
Makam mini tersebut bukan kuburan seorang anak orang kaya atau terkenal. Tapi tempat peristirahatan terakhir seekor kucing bernama Nyai Sembro atau Nyai Tembong.
Nyai Sembro berjenis kelamin betina dari ras persia dengan warna bulu candramawa atau hitam dengan corak putih. Nyai Sembro bukan kucing sembarangan tapi kesayangan dari Raja Keraton Solo Pakubuwono X selama hayatnya.
Pada nisan berwarna putih yang bertuliskan huruf Jawa berbunyi " Klangenan Dalem Nyai Sembro" , jika diartikan 'Hewan Kesayangan Raja Bernama Nyai Sembro'.
Makam Nyai Sembro itu berukuran kecil dengan warna dominan hitam. Diperkirakan pada tahun 1931, kucing tersebut masih ada atau masih hidup. Sementara raja Keraton Solo wafat pada 1939.
Disebutkan dalam cuitan tersebut, lokasi jalan tempat kijing itu berada dulunya memang menjadi kompleks makam hewan peliharaan Raja Pakubuwono, sebelum akhirnya dibangun jalan raya pada era 1980an.
Dari sekian banyak makam hewan, makam milik Nyai Sembro inilah yg dipasang nisan dan diberi kijing, sehingga masih ada hingga kini.
Dulu, saat masih persawahan dan belum dibangun jalan seperti sekarang, makam Nyai Sembro sering dikunjungi para petani sekitar Solo dan Sukoharjo.
Mereka berziarah ke makam Nyai Sembro dengan harapan ketika waktunya panen, sawah mereka tidak diserang hama tikus.
Namun karena setelah terjadi pembangunan jalan dan gedung-gedung, aktivitas tersebut sudah tidak dilakukan.
Tetapi, warga sekitar Tanjunganom mengaku makam kucing kesayangan Raja Pakubuwono X itu masih saja diziarahi orang dari luar kota.
" Ya masih ada yang nyekar. Biasanya orang Jatim. Tapi saya biarkan saja, soalnya tidak mengganggu," ujar Yudi, warga Tanjunganom RT 004/ RW 005, Grogol.
Berbagai sumber
Di Sukoharjo, pada sebuah trotoar di tepian jalan raya penghubung Sukoharjo - Solo, terdapat sebuah makam mini dengan nisan dan kijing.
Pada makam itu terkubur Nyai Sembro, kucing kesayangan Raja Pakubuwono X yang berjenis Candramawa (persia hitam dengan corak putih) pic.twitter.com/0XSHdQsFlW— mwv.mystic (@mwv_mystic)May 14, 2022
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan